Ibu kota pindah, Kencana Energi (KEEN) siap bangun pembangkit listrik di Kalimantan
Friday, September 13, 2019       19:46 WIB

JAKARTA. PT Kencana Energi Lestari Tbk () siap untuk membangun pembangkit listrik energi terbarukan di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.
Direktur utama PT Kencana Energi Lestari Tbk () Henry Maknawi mengatakan, rencananya pembangkit listrik ini akan berlokasi di Kutai Kertanegara berdampingan dengan lahan kebun sawit milik di daerah tersebut.
Henry menuturkan jenis pembangkit listrik yang nantinya akan dibangun adalah Pembangkit Listrik Tenaga BioMas (PLTMB) dan solar panel yang diproyeksikan dapat menghasilkan listrik sebesar 10 megawatt (MW).
"Kami membangun PLTBM karena bahan bakarnya sampah sawit (janjang kosong) dan solar panel yang bisa dipasang di lahan-lahan sawit yang tidak produktif. Sedangkan bila hanya solar panel tidak konsisten  power- nya. Bila dikombinasi dengan biomass maka akan jadi  hybrid  dan lebih stabil apalagi bila di gabung lagi degan biogas yang dihasilkan oleh pembuangan sisa cairan sawit," tutur Henry Jumat (13/9).
Meskipun di Kalimantan banyak batubara dan minyak bumi, tetap pada komitmennya untuk menjadi perusahaan  green energy  sehingga tidak akan membangun pembangkit listrik yang bahan bakunya berasal dari batubara maupun minyak bumi.
PLTMB dan solar panel dianggap menjadi opsi yang paling baik untuk diimplementasikan di tanah Borneo mengingat tidak banyaknya pembangkit listrik tenaga air dan sumber air yang tersedia di Kalimantan.
Guna merealisasikan rencana perusahaan ini, akan mengakuisisi PLTMB milik Kencana Agri yang berada di Bangka Belitung. Ke depan setelah proses akuisisi selesai akan membawa teknologi PLTMB ke Kaltim. Sementara untuk solar panel yang juga akan dibangun berdampingan dengan PLTMB akan dibawa dari China.
Meski belum menyebut secara pasti nilai investasi untuk akuisisi PLTBM, Henry menyebut transaksi mencapai nilai ratusan miliar.
Selain fokus mengakuisisi PLTMB Kencana Agri, saat ini juga sedang membangun PLTA Madong yang bertempat di Sulawesi Selatan. Henry menuturkan saat ini proses pembangunan baru dimulai dengan dilakukannya pembukaan jalan dan persiapan konstruksi.
Proyek ini akan selesai pada tahun 2021 dengan total nilai investasi sekitar Rp 500 miliar. Sumber pendanaan untuk membangun PLTA ini 30% berasal dari pembiayaan internal dan 70% berasal dari perbankan.

Sumber : KONTAN.CO.ID
595
0.0 %
0 %

12,438

BidLot

19,390

OffLot