Individu Dengan Perencanaan Keuangan Bisa Miliki 60 Persen Aset Lebih Banyak
Saturday, September 26, 2020       15:55 WIB

Ipotnews - Founder and Chief Planner ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie meyakini, individu atau pihak yang mempraktikkan rencana keuangan dalam perjalanan kehidupan diyakini mampu menciptakan 60 persen aset yang lebih banyak, ketimbang tidak melakukan perencanaan keuangan.
"Orang yang punya rencana keuangan memiliki aset 60 persen lebih banyak daripada orang tanpa rencana," kata Prita dalam acara FestiFund 2020 saat memaparkan materi Perencanaan Keuangan Syariah bertajuk "Sejahtera dalam Keberkahan" yang diselenggarakan PT IndoPremier Sekuritas di Jakarta, Sabtu (26/9).
Dia menyebutkan, perencanaan keuangan yang baik memuat prioritas yang sesuai dengan tahapan kehidupan manusia, yakni kesiapan dana darurat, pernikahan, rumah tinggal, pendidikan anak, pensiun dan dana impian. "Kalau punya rencana keuangan, bukan 'auto' tajir. Tetapi, kita bisa miliki 60 persen aset yang lebih besar," tegas Prita.
Namun demikian, lanjut dia, upaya untuk mendapatkan dana pemenuhan kebutuhan hidup tersebut, seharusnya dilakukan dengan ikhtiar optimal dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan yang bisa menghindari perilaku gelap mata. "Perencanaan keuangan adalah bagian dari ikhtiar," imbuhnya.
Prita menyebutkan, ada empat cara untuk mendapatkan penghasilan, yakni bekerja sebagai karyawan perusahaan, memiliki usaha, bekerja mandiri dan investor. "Opsi yang bagus bagi setiap karyawan untuk mendapatkan dana sampingan adalah sebagai investor, sehingga terhindar dari perilaku korupsi waktu," ujar Prita.
Menurut dia, untuk mencapai tujuan hidup untuk mencapai kebebasan finansial harus melewati tujuh tahapan, yakni perencanaan keuangan, menghapus utang konsumtif, menyiapkan dana darurat, berinvestasi, membangun aset aktif, menerima penghasilan pasif dan tetap sejahtera. "Tahap tetap sejahtera ini sama dengan kebebasan finansial," katanya.
Sementara itu, ungkap Prita, ada delapan ciri pengelolaan keuangan yang sehat, yaitu memiliki dana darurat, mampu mengelola utang, bisa mengendalikan gaya hidup, mengetahui portofolio keuangan pribadi, mempunyai rumah tinggal, dana pendidikan, dana hari tua dan mempunyai proteksi keuangan.
Keuangan yang sehat juga bisa diukur melalui penetapan rasio likuiditas, agar bisa mengukur dan mengetahui jumlah aset likuid. "Sedangkan rasio berutang seharusnya 30 persen dari penghasilan dan rasio menabung sebesar 10 persen dari penghasilan. Tetapi, kalau sudah berumur di atas 20 tahun harus sebesar 20-30 persen dari penghasilan," terang Prita.
Dia menambahkan, sejak usia dini harus memutuskan untuk berinvestasi, agar bisa terhindar dari kemiskinan. Terlebih lagi, lanjut Prita, ajaran Islam menyebutkan bahwa setiap orang jangan meninggalkan anak dan istri/suami dalam keadaan miskin. "Kita harus berinvestasi untuk memutus mata rantai kemiskinan. Bisa di reksa dana syariah yang tidak ada praktik haramnya," tutur Prita.(Budi)

Sumber : admin

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA