Indosat (ISAT) meraup pendapatan Rp 26,12 triliun, bisnis seluler jadi penopang
Monday, February 24, 2020       20:21 WIB

JAKARTA.PT Indosat Tbk () membukukan pendapatan Rp 26,12 triliun pada 2019. Jumlah ini naik 12,87% secara tahunan dari pendapatan 2018 yang sebesar Rp 23,14 triliun. President Director and CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan, pencapaian ini didorong oleh investasi Indosat Ooredoo dalam meningkatkan cakupan dan kinerja jaringan 4G. "Langkah-langkah ini berkontribusi terhadap peningkatan basis pelanggan dan volume trafik data perusahaan," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (24/2). Memang, pelanggan seluler sepanjang 2019 bertambah 1,2 juta pelanggan menjadi 59,3 juta pelanggan. Rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user ( ARPU ) juga naik, dari Rp 18.700 menjadi Rp 27.900. Pertumbuhan ARPU ini terutama disebabkan oleh trafik data yang meningkat 71,6% year on year (yoy).
Alhasil, bisnis seluler mencatatkan kenaikan pendapatan paling tinggi, yakni 14,69% yoy, dari Rp 18,03 triliun menjadi Rp 20,67 triliun. Segmen bisnis ini juga menjadi kontributor pendapatan terbesar , yakni mencakup 79,16%. Dalam hal operasional, sepanjang tahun lalu,berhasil menambah 49.218 base transceiver station (BTS). Dengan begitu, per akhir 2019, mengoperasikan sebanyak 124.144 BTS. Dari jumlah tersebut, sebesar 38,7% atau sebanyak 48.048 adalah BTS 4G. "Indosat Ooredoo berhasil melaksanakan penggelaran jaringan 4G secara intensif, mengembangkan cakupan populasi 4G dari hanya sebesar 44% pada akhir tahun 2017 hingga mencapai hampir 90% di tahun 2019," kata Ahmad. Pada tahun 2020,memasang arahan pertumbuhan pendapatan sesuai dengan tingkat pertumbuhan pasar. Perusahaan ini juga menargetkan margin EBITDA dapat berada pada kuadran persentase 30% atas serta mengalokasikan belanja modal antara Rp 8,5 triliun-Rp 9,5 triliun.

Sumber : KONTAN.CO.ID
2,180
12.1 %
235 %

840

BidLot

55

OffLot