Izin Vaksin Covid-19 Jadi Fokus, Indeks Dow Jones Serta S&P 500 Terdorong Naik 
Saturday, October 17, 2020       07:48 WIB

Ipotnews - Indeks S&P 500 di bursa saham Wall Street menguat pada finis perdagangan akhir pekan ini seiring kejelasan lebih lanjut mengenai timeline pengembangan vaksin covid-19. Indeks juga didorong oleh penjualan ritel USA yang lebih baik dari perkiraan sehingga mendorong aksi beli kembali di pasar.
Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) mengekor penguatan S&P 500. Kedua indeks utama Wall Street tersebut menghentikan pelemahan tiga hari beruntun. Pelemahan beruntun tersebut tertekan sentimen penghentian uji coba vaksin serta perselisihan stimulus fiskal yang tak kunjung berakhir.
Dow Jones naik 112,11 poin atau 0,39 persen menjadi 28.606. Indeks S&P 500 naik 0,47 poin atau 0,01 persen menjadi 3.483 dan Nasdaq Composite turun 42,32 poin atau 0,36 persen menjadi 11.671.
Pfizer Inc mengumumkan pengajuan izin kepadaotorisasi AS untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkannya dengan mitra Jerman BioNTech pada November. Saham Pfizer naik 3,8 persen.
"Dua penggerak pasar tingkat tertinggi adalah jadwal vaksin dan optimisme stimulus," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky.
"Kadang-kadang pasar mendapat kenyataan bahkan jika pun mendapatkan vaksin awal tahun depan itu adalah garis waktu yang sangat agresif dan optimis."
Penjualan ritel USA pada September melampaui ekspektasi analis dan sentimen konsumen untuk bulan ini secara mengejutkan naik, demikian menurut dua rilis laporan ekonomi terpisah. Tetapi dengan stimulus sebelumnya telah berjalan dengan sendirinya, prospeknya tidak pasti kecuali Washington dapat mencapai kesepakatan tentang putaran baru bantuan fiskal.
"Sangat penting dari data penjualan ritel untuk melihat bahwa konsumen tidak hanya tertatih-tatih dalam waktu yang lama tetapi melebihi ekspektasi," tambah Mayfield.
"Saya tidak tahu berapa lama ini dapat berlanjut tanpa stimulus, tetapi sangat menggembirakan melihat konsumen bertahan cukup baik meskipun ada beberapa ekspektasi yang mengerikan."
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada Ketua DPR Nancy Pelosi bahwa Presiden Donald Trump akan "mempertimbangkan" dengan Pemimpin
Mayoritas Senat Mitch McConnell jika kesepakatan tercapai pada paket bantuan pandemi baru. sementara Pemimpin Partai Republik Kevin McCarthy, mengatakan dia tidak mengharapkan kesepakatan akan dicapai menjelang pemilihan 3 November selama Pelosi terlibat.
Dari 11 sektor utama dalam Indeks S&P 500, tujuh mengakhiri sesi dalam kondisi hitam. Sementara utilitas memiliki persentase kenaikan terbesar, energi mengalami pelemahan terbesar.
Periode rilis kinerja emiten kuartal ketiga melimpah dari awal minggu ini. Sebanyak 49 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 86% telah melewati batas perkiraan para analis, menurut data Refinitiv.
Perusahaan jasa minyak Schlumberger membukukan kerugian triwulanan ketiga berturut-turut karena jatuhnya harga minyak mentah dan anjloknya permintaan. Sahamnya
turun 8,8 persen.
Operator kereta api Kansas City Southern merosot 2,7 persen dan perusahaan transportasi dan logistik JB Hunt Transport Services Inc jatuh 9,7 persen setelah hasil kuartalan perusahaan terpukul akibat turunnya demand pengiriman.
Indeks Dow Jones Transport, yang dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi, turun 1,3%.
Saham perusahaan kebugaran Peloton Interactive Inc tergerus 3,7 persen setelah mengumumkan penarikan kembali pedal yang rusak pada sepeda olahraga populernya.
Indeks S&P 500 membukukan 50 kali posisi tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak ada posisi terendah baru. Nasdaq mencatat 98 tertinggi baru dan 20 terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS adalah 8,82 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,31 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
(reuters)

Sumber : admin

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA