Kemenangan Demokrat dan Stimulus AS, Dikombinasikan dengan Omnibus Law akan Kembalikan Investor: Ashmore
Sunday, October 18, 2020       12:45 WIB

Ipotnews - Bursa saham Indonesia mengakhiri sesi perdagangan pekan ini, Jumat (16/10) dengan membukukan penurunan tipis 0,03 persen di posisi 5.103. Namun secara mingguan, IHSG mencatatkan kenaikan 50 poin dibanding pekan sebelumnya di level 5.053. Investor asing masih melakukan aksi jual ekuitas dengan  nett sell   sebesar USD9 juta.
PT Ashmore Asset Managemment Indonesia mencatat beberapa peristiwa penting yang mempengaruhi pegerakan indeks saham acuan di pasar modal dalam dan luar negeri, antara lain;
  • Update virus korona; Eropa memberlakukan pembatasan baru dalam upaya menghentikan gelombang kedua penyebaran virus korona baru. Harapan akan segera didapatkannya vaksin da obat Covid-19 menyurut karena penangguhan dua uji coba klinis di AS.
  • Tingkat inflasi inti harga konsumenAS - tidak termasuk barang-barang  volatile  seperti makanan dan energi - tidak berubah di 1,7% pada September 2020, sedikit di bawah konsensus 1,8%.
  • Tingkat inflasi tahunan China turun menjadi 1,7% di September 2020 dari 2,4% pad Agustus dan sedikit di bawah ekspektasi 1,8%.
  • BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4%, teruma demi menjadi stabilitas rupiah. Neraca perdagangan September lalu mencatatkan surplus USD2,4 miliar, naik dari USD2,3 iliar pada Agustus.

 Weekly Commentary  Ashmore edisi pekan ini, beberapa hal sebagai berikut;
Pertarungan politik AS - seberapa besar dampaknya pada pemilu?
Pemerintah AS telah berusaha untuk meloloskan stimulus lanjutan untuk mendukung perekonomian AS di tengah pandemi. Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, klaim pengangguran mencapai 0,8 juta pada pekan lalu. "Meskipun telah turun dari puncak 7 juta pada akhir Maret, namun klaim pengangguran sudah mencapai 0,8 juta sejak musim panas dan tak kunjung berkurang," tulis Ashmore.
Apa yang menghentikan stimulus?
Paket USD2 triliun yang diajukan Demokrat di DPR AS ditolak oleh Gdung Putih. Sejauh ini Ketua DPR Nancy Pelosi dan Sekretaris Mnuchin menyatakan ada beberapa kemajuan dalam negosiasi mereka. Namun paket ini memerlukan persetujuan Senat, dan pemimpin mayoritas Senat, McConnel menyatakan bahwa senat tidak akan menerima paket apa pun melebihi USD1,8 triliun. McConnell malah lebih memilih paket stimulus yang ditargetkan dengan nilai lebih kecil dari USD500 miliar, dan Senat merencanakan akan mengesahkannya pekan depan.
Mengapa stimulus itu penting?
Menurut Ashmore, dengan berakhirnya  CARES   Act  beberapa bulan yang lalu - namun klaim pengangguran tetap meningkat dari level pra-pandemi, dan bahkan lebih tinggi dari pekan-pekan paling suram pada masa resesi yang lalu - prospek dan keberlanjutan ekonomi AS berada dalam kondisi waspada. "Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ahli strategi dalam melihat kinerja pasar modal, katalis terbesar sejak pandemi melanda bukanlah vaksin atau mobilitas (pembatasan penguncian), melainkan likuiditas.  Return  S&P sejak pertengahan April 2020, 77% didorong oleh keputusan The Fed untuk menyuntikkan likuiditas dan pengumuman stimulus.
Pemilu di beberapa negara bagian AS telah dimulai, dimana jajak pendapat nasional 13 Oktober menunjukkan 10,5 poin kepemimpinan Joe Biden sebagai pilihan populer. Sejumlah analis berpendapat, pertarungan untuk meloloskan stimulus dapat semakin meningkatkan keseimbangan, terutama karena masalah pandemi dan perekonomian merupakan isu penting yang menjadi perhatian para pemilih. Berdasarkan data terbaru, peluang Biden untuk memenangkan pemilu meningkat menjadi 87%, meningkat dari 75% pada bulan lalu.
Ashmore menyebutkan, Demokrat kemungkinan juga bisa mengambil alih Senat dengan potensi kemenangan sebesar 73%, naik dari peluang 58% sebulan lalu. Selagi dalam tahapan menuju kemenangan gelombang biru (warna Demokrat), pasar mempersiapkan untuk keunggulan kinerja  emerging market  atas AS dan reli komoditas. "Dikombinasikan dengan omnibus law di Indonesia, kami melihat bahwa investor cenderung akan kembali ke aset berisiko tinggi seperti obligasi dan ekuitas bertenor panjang." (Ashmore)

Sumber : Admin

berita terbaru
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:39 WIB
Target Price BBCA
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:39 WIB
Target Price BBNI
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:38 WIB
Target Price BBRI
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:38 WIB
Target Price BBTN
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:37 WIB
Target Price BMRI