Kilas Emiten: APLN, MARK, ERAA, dan YELO
Tuesday, April 02, 2019       09:02 WIB

Ipotnews - Perhatikan kilas emiten berikut ini, lumayan untuk menambah referensi dagang hari ini, Selasa (2/4):
1. PT Agung Podomoro Land Tbk () mencatatkan penurunan penjualan pendapatan usaha hingga 28,5% menjadi Rp 5,03 triliun pada tahun lalu dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,04 triliun. Manajemen juga mengatakan bahwa penjualan dan pendapatan usaha disumbang oleh penjualan lahan industri senilai Rp 1,39 triliun. Adapun penjualan dari pengembangan properti tercatat turun 34,7% dari Rp 5,35 triliun menjadi Rp 3,49 triliun di akhir 2018.
Beban pokok penjualan dan beban langsung turun 28% menjadi Rp 2,62 triliun pada tahun 2018 dari Rp 3,62 triliun di tahun 2017. juga membukukan laba kotor sebesar Rp 2,42 triliun pada 2018 atau turun 29,3% dibandingkan Rp 3,42 triliun pada tahun 2017. Selain itu, laba komprehensif turun 86,7% dari Rp 1,87 triliun pada 2017 menjadi Rp 248,2 miliar di tahun 2018.
2. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk () membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 35,73% secara tahunan menjadi Rp325,47 miliar pada 2018. Nilai penjualan yang diraih sepanjang tahun lalu berasal dari penjualan hand former sebesar 6,4 juta unit, naik 28% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5 juta unit. Manajemen mengatakan bahwa kenaikan penjualan sejalan dengan keberhasilan perseroan dalam melakukan penetrasi pasar baru. Selain penetrasi pasar baru, perseroan juga melakukan efisiensi di seluruh unit kerja. Salah satunya, dengan menekan biaya overhead sehingga memberikan kontribusi terhadap kenaikan margin laba kotor sebesar 55%. juga memperoleh pendapatan dari selisih kurs sebesar Rp1,42 miliar pada 2018, dari tahun sebelumnya yang tercatat rugi selisih kurs sebesar Rp0,995 miliar.
3. PT Erajaya Swsembada Tbk () sepanjang tahun lalu mencatat kinerja yang positif dengan membukukan pertumbuhan penjualan neto 43,4% dari Rp 24,23 triliun menjadi Rp 34,74 triliun. Adapun penjualan telepon seluler dan tablet masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan dengan Rp 28,85 triliun, disusul penjualan voucher elektronik Rp 1,87 triliun, kartu perdana Rp 1,57 triliun, aksesoris Rp 1,24 triliun dan komputer dan peralatan elektronik lain, voucher fisik, suku cadang dan lainnya. Beban pokok penjualan tercatat Rp 31,57 triliun, laba usaha Rp 1,53 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 156,18% dari Rp 347,15 miliar menjadi Rp 889,34 miliar dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 850,09 miliar atau naik 150,42% dari sebelumnya Rp 336,17 miliar. Total aset perusahaan juga meningkat 42,93% dari Rp 8,87 triliun menjadi Rp 12,68 triliun. Kenaikan total aset perseroan ini dipicu oleh kenaikan persediaan bersih hingga dua kali lipat menjadi Rp 6,79 triliun dari sebelumnya Rp 3,39 triliun.
4. PT Yelooo Integra Datanet Tbk () membukukan kinerja yang cukup baik di akhir 2018. Laba bersih tercatat naik 679% dari Rp 383,13 juta menuju Rp 2,98 miliar di akhir 2018. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan yang tumbuh pesat 256% year on year (yoy) menjadi Rp 27,41 miliar. Perseroan juga berhasil membukukan keuntungan kurs menjadi Rp 39,66 juta dari sebelumnya sebesar Rp 864.390 di 2017. Total aset juga naik pesat 1.429% yoy menuju Rp 85,79 miliar. Dengan kas dan setara kas sebesar Rp 11,04 miliar atau naik 263% yoy. Ekuitas juga meningkat pesat 2.304% menjadi Rp 80,53 miliar dari Rp 3,35 miliar. Liabilitas juga naik 134% dari Rp 2,25 miliar menuju Rp 5,26 miliar di akhir 2018.

Sumber : admin
484
0.4 %
2 %

244

BidLot

2,190

OffLot