Kilas Emiten: BUMI, ADES, KICI, dan UNTR
Monday, October 28, 2019       08:54 WIB

Ipotnews - Kilas emiten berikut perlu diperhatikan demi menambah referensi perdagangan hari ini, Senin (28/10):
1. PT Bumi Resources Tbk () telah menjual batu bara sebanyak 63,1 juta ton sampai dengan kuartal III/2019. Manajemen mengatakan bahwa sampai dengan bulan kesembilan perseroan sudah merealisasikan 72,52 persen dari target yang ditetapkan. Pada tahun ini perseroan menargetkan bisa menjual batu bara sekitar 87 juta ton hingga 90 juta ton.
Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, membukukan pendapatan US$481,35 juta. Pencapaian tersebut turun 14,15 persen dari US$560,72 juta pada semester I/2018. Dengan demikian, mengantongi laba bersih US$80,67 juta pada semester I/2019. Realisasi tersebut turun 46,78 persen dari US$151,72 juta periode yang sama tahun lalu.
2. PT Akasha Wira International Tbk () terus memperbaiki kinerja sampai akhir tahun ini. Meski pertumbuhan top line masih single digit di sembilan bulan pertama tahun ini, raihan bottom line perusahaan air minum dalam kemasan ( AMDK ) mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan keuangan hingga September tahun ini, mencatat pendapatan Rp 616,02 miliar atau hanya tumbuh 3,27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 596,52 miliar. Beban pokok penjualan turut naik 4,1% year on year (yoy) menjadi Rp 308,61 miliar. Sehingga perolehan laba kotor tercatat Rp 307,40 miliar sampai kuartal tiga tahun ini, atau naik 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun kemarin Rp 300,19 miliar. Namun demikian beberapa pos beban lainnya terjadi penurunan, alhasil laba bersih yang didapat sampai September tahun ini ialah Rp 46,93 miliar. Jumlah tersebut naik 31,97% dibandingkan laba bersih kuartal III tahun lalu Rp 35,55 miliar. Adapun bisnis masih ditopang oleh penjualan AMDK sebesar 64% dari penjualan bersih di kuartal ketiga tahun ini atau senilai Rp 394,44 miliar. Segmen bisnis tersebut tumbuh hingga 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 366,09 miliar. Sampai saat ini, memiliki kapasitas 800.000 liter AMDK per tahun yang diproduksi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Berdasarkan segmen geografis, hampir 90% penjualan berasal dari dalam negeri dan sisanya ekspor.
3. PT Kedaung Indah Can Tbk () membukukan penjualan bersih tumbuh 10,73% per September 2019. Namun, rugi bersih perseroan justru mengalami kenaikan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2019, perseroan mencetak penjualan bersih sebesar Rp70,20 miliar atau tumbuh 10,73% secara tahunan. Penjualan berasal dari segmen produk enamel sebesar Rp44,45 miliar, sedangkan segmen kaleng sebesar Rp25,74 miliar. Pasar lokal masih mendominasi penjualan yakni 87,15% terhadap total penjualan, diikuti pasar ekspor sebesar 12,85%. melakukan penjualan di antaranya kepada PT Nissin Biscuit Indonesia sebesar 16% terhadap total penjualan, diikuti PT Kedawung Subur sebesar 13%, PT Coronet Crown sebesar 13%, dan The Golden Rabbit II sebesar 8%. Beban pokok penjualan naik 19,93% secara tahunan, sedangkan beban penjualan naik 18,92%. Demikian pula, beban bunga 1,82% secara tahunan. Dengan demikian, membukukan rugi bersih sebesar Rp2,48 miliar per 30 September 2019. Rugi bersih tersebut membengkak dari rugi bersih per 30 September 2018 sebesar Rp229,90 juta.
4. PT United Tractors Tbk () mencatatkan kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 10,9 persen secara tahunan di sepanjang 9 bulan pertama 2019. Pada Januari-September 2019, melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara telah memproduksi batu bara sebanyak 96,4 juta ton. Jumlah tersebut naik 6,51 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar 90,5 juta ton. Secara bulanan, produksi batu bara anak usaha tersebut tumbuh 9,73 persen dari 11,3 juta ton pada Agustus menjadi 12,4 juta ton pada September 2019. Sepanjang kuartal III/2019, rerata produksi batu bara sebesar 11,8 juta ton per bulan. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rerata produksi kuartal I/2019 sebesar 10,2 juta ton dan kuartal II/2019 10,03 juta ton. Sementara itu, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu naik 4,4 persen dari posisi 11,3 juta ton.

Sumber : admin
735
1.4 %
10 %

26

BidLot

21

OffLot