Kilas Emiten: EXCL, ACST, POLL, dan PBID
Monday, September 09, 2019       09:11 WIB

Ipotnews - Kilas emiten berikut layak diperhatikan untuk memeperkaya referensi transaksi saham hari ini, Senin (9/9):
1. PT XL Axiata Tbk () menargetkan laba bersih bisa makin solid di akhir tahun dengan investasi, promosi dan pembangunan infrastruktur yang masif. Seperti diketahui, mencatatkan laba bersih Rp282,4 miliar dari kerugian yang diderita pada periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut ditunjang dengan proyeksi pertumbuhan pengguna ponsel pintar dan ekspansi jaringan 4G. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kinerja sepanjang paruh pertama 2019 cukup positif pascapenerapan kebijakan registrasi kartu SIM prabayar. Selain positif dari sisi laba bersih, perseroan pun membukukan pertumbuhan pendapatan lebih besar sebesar Rp12,26 triliun atau tumbuh 10,95% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
2. PT Acset Indonusa Tbk () berencana mengajukan tambahan pinjaman kepada perusahaan terafiliasi sebesar Rp 2,4 triliun, sehingga total pinjaman kepada menjadi Rp 4 triliun. Pengajuan tersebut harus mengubah perjanjian pinjaman per 1 Maret 2018, yang pada saat itu memperoleh pinjaman 1,6 triliun. Penambahan pinjaman tersebut akan digunakan untuk modal kerja yang akan dipergunakan untuk pembiayaan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur. Pada laporan keuangan semester I-2019, perseroan mencatatkan kerugian Rp 404,57 miliar. Manajemen menjelaskan kerugian terjadi karena keterlambatan beberapa proyek contractor pre financing (CPD) dan struktur yang menyebabkan peningkatan pendanaan, biaya overhead dan tambahan biaya percepatan untuk penyelesaian proyek-proyek tersebut. Di sisi lain, baru memperoleh nilai kontrak baru Rp 1,44 triliun sepanjang semester satu. Ditopang oleh dua proyek besar yaitu Pekerjaan Sipil Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 1 dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Soma Karimun 2x25 MW di Riau dengan nilai kontrak Rp 1,33 triliun. Sementara itu, masih akan mengejar target kontrak baru tahun 2019 sebesar Rp 15 triliun.
3. PT Pollux Properti Indonesia Tbk () telah menyerap 60% dari belanja modal sebesar Rp1,2 triliun yang dianggarkan untuk tahun ini. Manajemen menyampaikan, per Agustus 2019 perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp720 miliar. Adapun soft opening mall Chadstone di Cikarang telah diagendakan pada 26 September 2019. Sementara itu, pada Oktober, juga akan meluncurkan fase 2 apartemen Pollux Sky Suites di Mega Kuningan. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini meningkat 112,93% menjadi Rp1,98 triliun dari posisi pendapatan pada tahun lalu. Adapun, pendapatan pada tahun ini berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan dari booking sales pada tahun-tahun sebelumnya, yang mana hingga 2018 diperkirakan senilai Rp1,51 triliun ditambah dengan new booking sales tahun ini yang ditargetkan senilai Rp461 miliar. Dengan demikian, menargetkan laba bersih tahun ini naik 72% menjadi Rp394,44 miliar dari posisi pada akhir tahun lalu senilai Rp229,07%. Per 30 Juni 2019, perseroan tercatat telah mengantongi laba senilai Rp83,30 miliar.
4. PT Panca Budi Idaman Tbk () memproyeksikan pabrik baru di Pemalang akan selesai di awal tahun 2020. Pembangunan pabrik ini dilakukan guna mengejar target produksi sebesar 121.000 ton per tahun. Sebagai informasi saja, perseroan mengalokasikan investasi sebesar Rp 200 miliar untuk membangun pabrik ini. Saat ini juga memiliki sejumlah pabrik, antara lain berlokasi di Tangerang, Banten yang memproduksi kantong plastik dengan kapasitas produksi sekitar 31.407 ton per tahun. Lalu pabrik kedua berlokasi di Karawaci, Tangerang dengan kapasitas produksi 10.573 ton per tahun. Pabrik lainnya di bawah PT Panca Buana Plasindodi Medan, Sumatra Utara dengan kapasitas produksi 6.983 ton per tahun. Kemudian di bawah PT Sekarnusa Kreasi Indonesia yang berlokasi di Karanganyar juga memproduksi plastik kantong dengan kapasitas 28.719 ton per tahun. Dari penambahan kapasitas tersebut, perseroan memproyeksikan bisa turut mengerek pangsa pasar yang saat ini sekitar 33%. Selain pangsa pasar yang akan berkembang, perseroan optimistis dengan rencana ekspansi yang dilakukan mampu meraih target yang telah ditetapkan di awal tahun, yakni 15%.

Sumber : admin
990
7.0 %
65 %

69

BidLot

601

OffLot