Kilas Emiten: GIAA, MABA, HITS, UNVR
Friday, April 05, 2019       09:00 WIB

Ipotnews - Kilas emiten berikut layak diperhatikan untuk menambah referensi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (5/4):
1. PT Garuda Indonesia Tbk () membukukan laba sebesar US$ 809.846 atau sekitar Rp 11,4 miliar (US$ 1= Rp 14.100). Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan yang meningkat di tahun 2018 yang mencapai US$ 4,37 miliar atau meningkat 4,79% dibandingkan 2017 yang sebesar US$ 4.17 miliar. Lebih lanjut, pendapatan tersebut berasal dari penerbangan berjadwal sebesar US$ 3,53 miliar, penerbangan tidak berjadwal US$ 266,86 juta dan pendapatan lain-lain US$ 567,93 juta. Pada 2018, mencatat kenaikan nilai aset signifikan yang menjadi US$ 4,37 miliar atau naik 16,2% dari 2017 yang sebesar US$ 3,76 miliar.
2. PT Marga Abhinaya Abadi Tbk () tengah fokus menekan beban bunga untuk mengurangi rugi yang dibukukan. Manajemen mengungkapkan bahwa beban bunga yang dicatatkan pada akhir tahun lalu mencapai Rp184,45 miliar pada 2018. Angka ini memburuk dari posisi beban bunga tahun sebelumnya, yaitu sekitar Rp167,23 miliar. juga tercatat memiliki total pinjaman perbankan hingga Rp1,04 triliun. Pinjaman tersebut sudah termasuk pinjaman jangka pendek dan panjang. Sementara itu, utang kepada pihak berelasi senilai Rp351,92 miliar. Adapun sebagai upaya berkelanjutan, berkomitmen untuk memperbaiki kondisi keuangan. Perseroan telah merencanakan untuk melakukan restrukturisasi keuangan atas utang bank, baik yang dimiliki induk maupun entitas anak. Pada 2018, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp120 miliar atau merosot 43,7% secara year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang masih sekitar Rp213,14 miliar. Sementara itu, rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak dari Rp68,32 miliar menjadi Rp203,07 miliar.
3. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk () menargetkan pendapatan US$100 juta pada 2019. Pihak manajemen mengatakan bahwa target tersebut akan dikontribusikan melalui sektor liquified natural gas (LNG) 30%, sektor oil and gas 30%, sektor petrochemical 30%, sektor offshore 5%, dan 5% dari sektor dredging. Perseroan juga tengah melakukan tender untuk beberapa kontrak, salah satunya adalah kontrak pada sektor LNG dengan nilai kontrak US$35 juta--US$40 juta. Pada 2019 ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba sebesar 15%-20% dan pertumbuhan laba minimal 20%. Sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan 2018, mengantongi pendapatan sebesar US$81,80 juta pada 2018, nilai tersebut tumbuh sebesar 20,8% dibandingkan dengan 2017 senilai US$67,70 juta. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2018 senilai US$12,04 juta nilai tersebut meningkat 72% dibandingkan dengan capaian 2017 senilai US$7 juta.
4. PT Unilever Indonesia Tbk () menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expanditure (capex) di tahun 2019 sebesar Rp 1,1 triliun. Belanja modal ini akan digunakan untuk biaya produksi dan memperbesar kapasitas mesin produksi. Lebih lanjut, sumber dana belanja modal masih akan mengandalkan dana internal kas perusahaan, dan sisanya dipenuhi dari pinjaman perbankan. Sebagai informasi saja, perseroan baru saja mendirikan pabrik pengolahan plastik di daerah Sidoarjo, Jawa Timur. Biaya investasi untuk pendirian pabrik tersebut sebesar 10 juta Euro. Kapasitas produksi dari pabrik tersebut sebesar 3 ton per hari. Nantinya hasil dari pabrik ini akan diberikan.

Sumber : admin
50
0.0 %
0 %

0

BidLot

814,645

OffLot