Kilas Emiten: HMSP, AISA, KINO, dan PSSI
Monday, July 22, 2019       08:53 WIB

Ipotnews - Kilas emiten berikut layak diperhatikan untuk menambah referensi transaksi saham hari ini, Senin (22/7):
1. PT HM Sampoerna Tbk () mencatatkan volume penjualan pada kuartal II/2019 turun 0,1% secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu, di tengah volume penjualan rata-rata industri yang tumbuh 4,8% secara tahunan pada periode tersebut. Volume penjualan perusahaan rokok sepanjang April-Juni 2019 sebesar 24,9 miliar batang. Perolehan tersebut turun tipis dari kuartal II/2018 sebesar 25 miliar batang. Meski demikian, jika dibandingkan dengan volume penjualan kuartal I/2019 sebesar 22,1 miliar batang, maka volume penjualan kuartal II/2019 naik 12,67%. Pada kuartal II/2019, pangsa pasar tersebut terkoreksi menjadi 31,7%, dari 33,2% pada kuartal II/2018. Dengan perolehan tersebut, volume penjualan pada Januari-Juni 2019 sebesar 47,1 miliar batang, turun 1,8% dari 48 miliar batang pada Januari-Juni 2018.
2. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk () berencana menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 9 Agustus 2019 di Jakarta. Salah satu agenda rapat yang akan dibahas yaitu persetujuan atas PT Indika Energy Tbk () merealisasikan volume produksi 17,20 juta ton sepanjang Januari 2019-Juni 2019. Saat ini perseroan menjalankan bisnis produksi batu bara melalui PT Kideco Jaya Agung dan PT Multi Tambangjaya Utama. Manajemen menuturkan Kideco Jaya Agung merealisasikan volume produksi 16,5 juta ton batu bara dan penjualan 17,5 juta ton sepanjang semester I/2019. Sementara itu, pada periode yang sama, Multi Tambangjaya Utama merealisasikan volume produksi 704.000 ton dan penjualan 764.000. Selain sektor batu bara, juga memiliki lini usaha jasa energi engineering procurement and construction (EPC) minyak dan gas lewat PT Tripatra Engineers & Constructors serta PT Tripatra Engineering. Selanjutnya, menjalankan bisnis EPC kontraktor pertambangan yaitu .
3. PT Kino Indonesia Tbk () akan memperluas pasar di Asia Selatan, setelah mengakuisisi Linanda Consumer India Private Limited, perusahaan asal India. Total nilai transaksi dari aksi korporasi itu sebesar INR100.000 atau setara Rp20,19 juta (dengan kurs Rp201,92 per rupee). Adapun perseroan menggunakan dana dari kas internal untuk aksi korporasi tersebut. Manajemen mengatakan bahwa pengambilalihan saham tersebut secara tidak langsung diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang positif terhadap keuangan perseroan secara konsolidasian. Pengambilalihan tersebut merupakan langkah strategis perseroan untuk penetrasi pasar internasional.
4. PT Pelita Samudera Shipping Tbk () mendapatkan kontrak baru senilai US$15,7 juta. Adapun, kontrak yang didapatkan perseroan merupakan kontrak jangka panjang untuk pengangkutan dan pemindahan muatan batu bara. Sampai dengan akhir semester I/2019, komposisi kontrak jangka panjang untuk segmen floating loading facility mencapai hampir 90 persen dan sekitar 10 persen spot basis dengan persentase kontrak jangka panjang yang lebih tinggi dari 2018.Sementara segmen tug dan barge telah mencapai 75 persen untuk kontrak jangka panjang dan 25 persen spot basis. Utilisasi kapal yang tinggi di rata-rata 95 persen sampai akhir Juni 2019.

Sumber : admin
1,450
-4.0 %
-60 %

1,975

BidLot

898

OffLot