Kinerja Kuat BMRI "Diganjar" Kenaikan Target Harga Saham Jadi Rp8.600
Tuesday, January 29, 2019       19:26 WIB

Ipotnews - Bank Mandiri () membukukan laba bersih 2018 sebesar Rp25 triliun atau naik 21% (yoy), melampaui perkiraan Indo Premier Sekuritas dan perkiraan konsensus yang masing-masing sebesar Rp24,3 triliun dan Rp24,1 triliun. Saham makin kuat di rating Buy dengan target harga meningkat dari Rp8.200 menjadi Rp8.600.
Raihan laba bersih tersebut dikarenakan catatan laba yang kuat di kuartal IV (naik 17% qoq), meski sebagian ditopang oleh pendapatan tak berulang, yakni keuntungan dari penjualan saham Bank Mantap dan Mandiri General Insurance, juga karena pendapatan kuat di pemulihan kredit bermasalah (NPL) pada kuartal IV.
Di luar pendapatan yang tak berulang (termasuk pendapatan dari kemenangan sengketa pajak di kuartal sebelumnya), laba inti ( PPOP ) hanya tumbuh moderat 5,5% pada 2018, merefleksikan pertumbuhan aset yang moderat sebesar 6,9% yang diimbangi oleh penurunan tipis NIM sebesar 14 basis poin menjadi 5,57% (berdasar perhitungan Indo Premier). Adapun metrik profitabilitas meningkat dengan ROAA / ROAE masing-masing naik menjadi 2,18% / 14,9% pada 2018 (berbanding 1,94% / 13,4% pada 2017).
Bauran aset yang lebih baik
memitigasi tekanan NIM dari kenaikan 30 bps dalam biaya pinjaman dengan mengalihkan aset antarbank dengan imbal hasil rendah menjadi pinjaman yang tumbuh 12%, sementara simpanan nasabah tumbuh melambat hanya 3%, juga merupakan refleksi dari penarikan signifikan deposito dolar .
Untuk 2019, menargetkan pertumbuhan kredit 10-12%, dengan NIM stabil, meskipun ada rencana untuk menerbitkan obligasi global senilai USD1 miliar-USD2 miliar untuk mendanai pinjaman valuta asing, karena manajemen perseroan percaya ada ruang lingkup yang signifikan untuk menaikkan suku bunga pinjaman dalam USD (Imbal hasil aset USD hanya 4,4% pada semester II 2018) dan juga tingkat suku bunga pinjaman korporasi dalam rupiah.
Sementara itu, biaya operasional terkendali dengan baik, tumbuh hanya 7,6% pada 2018, dengan ruang lingkup akan meningkat dalam jangka menengah mengingat ekspansi jaringan bank perseriab yang melambat dalam rangka fokus pada platform digital dan rencana manajemen untuk menurunkan jumlah karyawan di tahun-tahun mendatang, yang seharusnya menyebabkan pertumbuhan biaya operasional (opex) satu digit.
Kualitas aset
Rasio NPL turun menjadi 2,8% (2017: 3,4%); biaya kredit meningkat menjadi 1,8% (dari 2,3%), sementara pembentukan NPL baru turun menjadi 2,1% (dari 2,6%). Pinjaman Komersial & UKM terus merepresentasikan sebagian besar NPL baru, masing-masing sebesar 4,1% dan 4,5% pada 2018. Untuk 2019, manajemen menargetkan untuk biaya kredit 1,6-1,8% (asumsi Indo Premier: 1,6%). Sementara itu, rasio provisi / cakupan NPL meningkat menjadi 143% (dari 135%), sementara pendapatan dari pemulihan NPL tumbuh 29% pada 2018.
Valuasi
Dengan paparan kinerja dan target tersebut, Tim Analis Indo Premier mempertahankan perkiraan laba 2019, namun menaikkan target harga saham dari Rp8.200 menjadi Rp8.600, dengan mendasarkan valuasi pada nilai buku 2019.
"Target harga kami didasarkan pada GGM-derived target P/B of 2.0x, dengan asumsi LT ROAE 17,1% (dari 16,6%), LT growth of 9%, dan cost of equity sebesar 13% (dari 12.5%). Kami memperkirakan LT ROAE didasarkan pada analisis DuPont, dengan asumsi LT ROAA of 2,14% dan leverage aset/ekuitas 8x. Kami mempertahankan rekomendasi Buy saham ," papar Tim Analis, Selasa (29/1).

Year To 31 Dec

2017A

2018A

2019F

2020F

2021F

Operating income (RpBn)

73,718

80,079

85,181

92,499

102,473

PPOP (RpBn)

38,704

42,397

44,828

49,343

56,504

Net profit (RpBn)

20,640

25,015

28,604

33,091

37,632

Net profit growth (%)

49.5

21.2

14.3

15.7

13.7

FD EPS (Rp)

442

536

613

709

806

P/E (x)

16.2

13.4

11.7

10.1

8.9

P/B (x)

2.0

1.8

1.7

1.5

1.4

Dividend yield (%)

2.8

3.4

3.8

4.4

5.1

ROAA (%)

1.9

2.2

2.3

2.4

2.5

ROAE (%)

13.4

14.9

15.1

15.9

16.4

Source: , IndoPremier

Share Price Closing as of : 28-January-2019


Sumber : admin
7,450
-0.7 %
-50 %

8,430

BidLot

20,033

OffLot