Laba Bank Raya Terbang 118% per Oktober 2023
Wednesday, November 29, 2023       14:33 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Raya Indonesia Tbk. ()melaporkan laba bersih perseroan hingga Oktober 2023 meroket 118% yoy menjadi Rp 18 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahunlalu. Laba tersebut didorong oleh bisnis digital sepanjang tahun 2023.
Direktur UtamaIda Bagus Ketut Subagia mengatakan hingga akhir Oktober 2023bank telah menyalurkan kredit sebesar Rp 8,9 triliun,naik 134% yoy.
Sebanyak Rp 1 triliun di antaranya merupakan kredit digital. Bank mencatat pertumbuhan kredit yang disalurkan secara digital tumbuh 49% yoy.
Begitu pula, digital saving Bank Raya yang tumbuh 94% yoymenjadi Rp 1 triliun. "Beberapa rasio kunci Bank Raya juga mengalami perbaikan meskipun di tengah kenaikan suku bunga," ujarnya dalam public expose secara virtual, Rabu (29/11).
Dia menjabarkan lebih jauh, pada Semester II tahun ini, perseroan memperluas jangkauan Bank Raya kepada masyarakat, maka dibuka Community Branch di Denpasar, Palembang, dan Yogyakarta.
Bank Raya juga semakin mempermudah pelaku usaha dan komunitas untuk mengelola bisnisnya dengan diluncurkannya Saku Bisnis yang terintegrasi pada aplikasi Bank Raya.
"Pertumbuhan bisnis digital di tahun 2023 ini tentunya didukung oleh komitmen dan strategi Bank Raya untuk memperluas pasar potensial dengan menjadi partner bertumbuh untuk pelaku usaha dan kawan finansial untuk komunitas melalui pengembangan produk dan layanan yang mampu menjawab kebutuhan nasabah secara komprehensif," jelasnya.
Pertumbuhan bisnis digital juga tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi digital saving yangmelesat 163% yoymenjadiRp 2,3 triliun. Peningkatan juga terjadi di total transaksi aplikasi Raya sebesar 192% yoysehingga pada Oktober 2023 tercatat sebesar 1,4 juta transaksi.
"Saat ini, user  digital saving  Bank Raya tercatat sebesar 784.000 dengan rata-rata saldo sebesar Rp 1,3 juta," sebutnya.
Bankper Oktober 2023 jugameningkatkan efisiensi. Hal ini terlihat dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional ( BOPO ) yang menurun menjadi 86,1%. Senada, rasio CIR bank juga turun ke level 73,9%.
Selain itu, bank jugamemilikipermodalan dan likuiditas yang terbilang tebal. Rasio permodalan per Oktober 2023 sebesar 48% dan rasio simpanan terhadap kredit atau loan to deposit ratio (LDR) 78,6%.
"Ke depan, kami akan terus berkomitmen untuk melanjutkan tren positif ini melalui pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas, dengan terus menginternalisasi seluruh komitmen strategi bisnis kami di setiap lini bisnis utama, serta terus mengakselerasi langkah kami menuju profitabilitas jangka panjang," pungkasnya.
(mkh/mkh)

Sumber : www.cnbcindonesia.com

berita terbaru