Laju IHSG Diprediksi Lanjut Terkoreksi, Akumulasi Enam Saham Pilihan
Wednesday, October 02, 2019       06:11 WIB

Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan tren koreksi, setelah kemarin kembali ditutup melemah 0,5 persen ke level 6.138.
Menurut analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, indikator MACD masih berada di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI bergerak ke bawah menuju area jenuh jual (oversold).
"Di sisi lain, terlihat pola three black crows candlestick yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju level support terdekat," kata Nafan, di Jakarta, Rabu (2/10).
Dia menyebutkan, saat ini support pertama dan kedua IHSG berada di level 6.199 dan 6.086, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.196 dan 6.230.
Dengan demikian, jelas Nafan, perkiraan terjadinya koreksi lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi enam saham berikut:
1. PT Astra International Tbk (), Daily (Rp6.550) (RoE: 10,78%; PER: 13,58x; EPS: 484,10; PBV: 1,46x; Beta: 1,53). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.500-6.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.675, 6.950 dan 7.125. Support: Rp6.400.
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (), Daily (Rp4.070) (RoE: 16,25%; PER: 15,52x; EPS: 264,78; PBV: 2,52x; Beta: 1,63). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-200, maka peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.060-4.080, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.200, 4.350, 4.660 dan 5.125. Support: Rp4.000 dan 3.940.
3. PT Indika Energy Tbk (), Daily (Rp1.345) (RoE: 2,33%; PER: 19,63x; EPS: 68,78; PBV: 0,46; Beta: 2,47). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.310-1.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.400, 1.430, 1.565, 1.700 dan 1.835. Support: Rp1.295.
4. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (), Daily (Rp12.475) (RoE: 15,38%; PER: 6,92x; EPS: 1817,86; PBV: 1,09x; Beta: 1,68). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp12.300-12.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp13.300, 15.200 dan 17.650. Support: Rp11.900.
5. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (), Daily (Rp2.040) (RoE: 3,38%; PER: 33,14x; EPS: 63,06; PBV: 1,12x; Beta: 1,84). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60, maka peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.030-2.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.140, 2.180, 2.220 dan 2.360. Support: Rp2.010 dan 1.960.
6. PT Timah Tbk (), Daily (Rp955) (RoE: 6,25%; PER: 17,21x; EPS: 55,48; PBV: 1,08x; Beta: 1,5). Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp940-960, dengan target harga secara bertahap di level Rp980, 1.030, 1.240, 1.410 dan 1.580. Support: 900. (Budi/ef)

Sumber : Admin
4,190
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot