Mana yang Lebih Baik: ETF Pasif atau ETF Aktif? Dapatkah Kita Memiliki Keduanya?
Friday, December 14, 2018       16:54 WIB

Saat ini kita sudah dapat memilih investasi pada ETF Pasif ataukah ETF Aktif. Dengan ETF Aktif kita mungkin dapat mencapai hasil yang tinggi tetapi dengan biaya yang tinggi pula (yang sudah pasti terjadi, walaupun hasilnya belum pasti). Tetapi dengan ETF Pasif biayanya sangat murah dan kinerjanya seringkali mengalahkan sebagian besar produk ETF Aktif.
Sekarang telah ada pula produk Smart Beta ETF yang merupakan gabungan antara ETF Aktif dengan ETF Pasif. Jadi, memiliki baik ETF Aktif maupun ETF Pasif adalah hal yang mungkin saat ini.
Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan ETF Smart Beta itu?
Smart Beta ETF pada dasarnya menggabungkan manfaat biaya yang murah dari ETF Pasif dengan manfaat fleksibilitas pengelolaan dari ETF Aktif. Smart Beta ETF berupaya untuk menciptakan alpha atau return (hasil) yang setinggi-tingginya, atau resiko yang lebih rendah, atau meningkatkan diversifikasi dengan biaya yang lebih rendah daripada ETF aktif tradisional, dan hanya sedikit lebih mahal daripada ETF Pasif yang biasa dilakukan.
Memang tidak ada definisi baku tentang Smart Beta ETF. Smart Beta ETF biasanya menggunakan pendekatan berbasis aturan (rule based) yang dilekatkan pada suatu acuan (benchmark). Smart Beta ETF bersifat aktif karena Reksa Dana ini bertujuan untuk mencapai kinerja yang tinggi (atau alpha yang besar).
Tetapi Smart Beta ETF juga bersifat pasif karena (secara pasif) mengikuti indeks yang menjadi acuannya. Indeks ini (biasanya) dibuat secara 'rule based' dan membutuhkan penyesuaian secara periodik untuk bisa tetap mengikuti indeks acuannya.
Smart Beta ETF menggunakan suatu aturan strategi investasi yang menekankan penggunaan aturan penyusunan indeks alternatif. Selain berdasarkan aturan kapitalisasi pasar (market capitalization weight), dalam cara yang transparan dan berbasis aturan (rule based).
Strategi Smart Beta ETF adalah mengikuti indeks secara pasif, dan juga menggunakan faktor-faktor alternatif seperti volatilitas, likuiditas, value, size dan momentum untuk menentukan bobot saham-saham dalam indeks.
Tidak ada pendekatan tunggal dalam mengembangkan strategi Reksa Dana Smart Beta ETF, karena hasil yang ingin dicapai investor dapat berbeda satu dari yang lainnya, berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Reksa Dana Smart Beta ETF hanya berupaya untuk meluruskan ketidakefisienan yang ditimbulkan oleh pembobotan berbasis kapitalisasi pasar (market capitalization weight). Manajer investasi juga dapat memilih untuk mengikuti indeks berdasarkan pembobotan investasi secara fundamental, seperti berdasarkan penghasilan (earnings) atau berdasarkan nilai buku, daripada pembobotan tradisional berdasarkan kapitalisasi pasar.
Reksa Dana Smart Beta ETF pada umumnya lebih mahal (biaya Manajer Investasi dan biaya-biaya lainnya lebih tinggi) daripada Reksa Dana ETF pasif -berdasarkan indeks yang bobot saham-sahamnya disusun berdasarkan kapitalisasi pasar (capitalization weighted index fund) - tetapi masih lebih murah daripada Reksa Dana ETF yang dikelola secara aktif.
Reksa Dana Smart Beta ETF menawarkan suatu alternatif terhadap metode pengelolaan dana yang biasanya murni pasif atau murni aktif. Reksa Dana ini dapat dipergunakan untuk meningkatkan alokasi aset dari seorang investor sehingga fokus portofolio bergeser pada arah yang tertentu yang diinginkan.
Reksa Dana ini juga dapat dipergunakan bersamaan dengan baik Reksa Dana ETF pasif tradisional dan Reksa Dana ETF aktif sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan investasi investor.
Oleh: Fredy Sumendap

Sumber : IPOT