Masih ada ganjalan dalam rencana private placement Tiga Pilar Sejahtera (AISA)
Wednesday, September 23, 2020       13:12 WIB

JAKARTA. Restrukturisasi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk () masih berlanjut. Setelah suspensi dibuka dan saham diperdagangkan lagi di Bursa Efek Indonesia, Tiga Pilar melanjutkan rencana penambahan modal lewat  private placement .
Namun,  Bloomberg  melaporkan bahwa State Board of Administration of Florida atau Florida SBA tidak setuju dengan aksi korporasi dengan skema penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) tersebut.Alasannya, efek dilusi akibat aksi korporasi ini terlalu besar.
Florida SBA lebih setuju jika aksi korporasi dilakukan dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) yang memiliki efek dilusi lebih terbatas.
 Private placement  memang memberikan efek dilusi yang lumayan hingga 55,62%.Ini dengan asumsi PT Pangan Sejahtera Investama sebagai  anchor buyer  menyerap 6 miliar saham Seri B.
Ketua Umum Forum Investor Retail (Forsa) Deni Alfianto Amris justru menyetujui aksi korporasi meski dengan konsekuensi kepemilikan saham investor ritel berkurang lebih dari 50%.Menurut Deni, saat ini butuh investor besar yang masuk sebagai pengendali. "Kalau  rights issue  biasa, ada potensi hilangnya pemegang saham mayoritas sehingga ini akan menjadi liar," ujar Deni kepada Kontan.co.id, Selasa (22/9).
 Private placement  juga lebih memberikan kepastian masuknya duit segar bagi . Dengan harga pelaksanaan Rp 210 per saham, bakal meraup dana segar Rp 1,26 triliun yang bakal digunakan untuk melunasi utang perusahaan.
Deni menghitung, dana sebesar itu bisa membuat menghemat  cost of fund  hingga Rp 300 miliar per tahun seiring dengan lunasnya kewajiban-kewajiban . Sedangkan jika dengan skema  rights issue , menurut Deni, belum tentu dana sebesar itu bisa masuk. Imbasnya, masih harus menanggung utang.
"Laba bersihnya nanti habis hanya untuk membayar bunga. Berbeda jika ada  fresh money  masuk, meskipun terdilusi tapi hasil operasional bisnis bisa langsung menjadi laba, terlebih jika mampu memperluas eksposur bisnisnya," terang Deni.
Sekretaris Perusahaan Michael Hadylaya mengaku pihaknya belum menyiapkan rencana cadangan terkait aksi korporasi . "Karena harapan kami pemegang saham bisa mendukung pelaksanaan  private placement  kami," imbuh Michael.
akan meminta persetujuanrapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akhir bulan ini.Saat ini, pemegang saham terdiri dari empat pihak, yakni Pangan Sejahtera sebesar 32,78%, Trophy Investor I dan Trophy 2014 Investor masing-masing menguasai 6,27% dan 6,11%, Fidelity sebesar 5,36% dan masyarakat 49,48%.
Pangan Sejahtera merupakan anak usaha PT FKS Food & Ingredients. "Kami sudah telusuri kalau FKS ini memang fokus pada bisnis pangan, bukan keuangan," tandas Deni.

Sumber : KONTAN.CO.ID

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA
212
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot