Melalui AGRO, Bank BRI Rilis Aplikasi Pinjaman Ultra Mikro Berbasis Digital
Sunday, February 24, 2019       11:04 WIB

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk () menelurkan produk pinjaman digital berbasis aplikasi yang pertama di industri perbankan nasional.
Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto menyebutkan, akhirnya memiliki produk inovatif  digital lending  berbasis aplikasi yang menyasar segmen mikro yang merupakan fokus utama BRI Group.
"Bank BRI melalui anak perusahaan, BRI Agro meluncurkan produk digital terbaru yang disebut Pinang (Pinjam Tenang)," kata Agus dalam keterangan resmi yang dikirim melalui surat elektronik di Jakarta, Minggu (24/2).
Agus menjelaskan, Pinang merupakan produk  digital lending  dari yang merupakan produk pinjaman bank berbasis aplikasi pertama di industri perbankan Indonesia. "Aplikasi Pinang sudah  fully digital  dengan sistem  digital verification ,  digital scoring  dan  digital signature ," paparnya.
Secara khusus, kata dia, produk ini akan menyasar segmen ultra-mikro dan membuka peluang serta memperluas jangkauan . Pinang memiliki proses pengajuan sampai pencairan kurang dari sepuluh menit dengan tenor fleksibel antara 1-12 bulan.
"Pengajuan busa dilakukan tanpa harus ke bank dan tanpa tatap muka secara langsung. Plafon maksimum Rp20 juta dan memiliki bunga rendah dibandingkan dengan fintech (perusahaan teknologi finansial) yang ada di pasar," tutur Agus.
Menurutnya, penetrasi produk ini didukung dengan biaya operasional yang lebih murah, karena berbasis teknologi digital. "Produk Pinang ini kami siapkan untuk membantu pekerja dasar atau  blue collar  di pabrik-pabrik, kawasan industri dan perusahaan yang memiliki  payroll  di atau ," ucapnya.
Saat ini, menurut Agus, sudah bekerja sama PT Sri Rejeki Isman Tbk [Sritex ] (). Pada tahap awal, lanjut dia, kerjasama dengan menargetkan 17.000 pekerja bisa melakukan pinjaman melalui Pinang.
"Dengan Pinang,  employee engagement  di sejumlah perusahaan nasabah akan semakin meningkat dan mengangkat  value  bagi para pekerja. Pekerja dapat terbantu, khususnya terhadap kebutuhan yang mendesak dan  emergency " imbuhnya.
Menurut Agus, produk inovatif di industri perbankan ini memantapkan komitmen untuk bermain di ranah digital. "Produk ini dibuat dengan basis manajemen risiko yang ketat. Kami tidak mau mengeluarkan sembarangan produk, seperti ratusan fintech illegal yang sudah ditutup OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," katanya.
Dia mengklaim, produk  digital lending  tersebut memiliki kelebihan dibanding perusahaan fintech, terutama dari sisi kecepatan, keamanan data konsumen, suku bunga lebih rendah dan bebas dari biaya tambahan. Karena, kata dia, Pinang dikelola oleh bank sebagai industri keuangan yang sarat regulasi ketat. (Budi)

Sumber : Admin
175
-1.1 %
-2 %

119

BidLot

260

OffLot