Meski Terdampak Pandemi, Kuartal I/2021 MAPI Berhasil Kantongi Laba Bersih Rp18,5 Miliar
Tuesday, May 11, 2021       19:05 WIB

Ipotnews - Meski di tengah pandemi Covid-19 ditopang oleh penjualan off line dan digital, pada kuartal I/2021 PT Mitra Adiperkasa Tbk () berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp18,5 miliar.
Adapun, pada kuartal I/2021 penjualan bersih yang dibukukan sebesar Rp4,3 triliun, sementara margin laba kotor sebesar 41,7%. Laba usaha tercatat Rp187,6 miliar, EBITDA Rp727 miliar, sedangkan laba bersih Rp18,5 miliar.
mencatatkan laba sebelum pajak kuartal pertama terbaik selama 2 tahun di tengah bangkitnya minat belanja masyarakat di seluruh kategori produk mulai dari segmen Fashion, Sports, Lifestyle, Kids, Digital hingga Food & Beverage.
yang menerapkan strategi Unified Retail ini menegaskan bahwa penjualan produk baru di gerai offline-nya terus menguat seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung mal secara bertahap. Sementara itu, penjualan digital memberikan kontribusi 10,9% terhadap total penjualan, jumlah ini meningkat hampir 300% dibandingkan tahun lalu.
Hal ini merefleksikan 'kenyamanan dan pilihan' yang tersedia bagi para konsumen untuk berbelanja produk-produk favorit baik melalui platform digital maupun gerai fisik.
Penjualan kuartal pertama tahun 2021 hampir menyamai pencapaian pada periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp4,7 triliun, didukung oleh meningkatnya keyakinan publik setelah vaksin Covid-19 mulai didistribusikan.
Tapi kinerja perusahaan mengalami sedikit penurunan terutama disebabkan oleh tantangan pada rantai pasokan dan langkah- langkah pengendalian jarak sosial dan pandemi yang diberlakukan oleh pihak berwenang.
Inventory baru dalam segmen Specialty terdampak oleh penjualan yang melampaui ekspektasi selama kuartal ke-4 dan Tahun Baru Imlek, sehingga ketersediaan produk MAP mengalami kekurangan. Namun, pengiriman mulai membaik pada pertengahan Maret dan perusahaan melihat tren peningkatan untuk kuartal ke-2. Selain itu, pembatasan jam operasional mal yang berlangsung di bulan Januari dan Februari mengurangi jumlah pengunjung di gerai specialty, sedangkan pembatasan kapasitas 25% yang diberlakukan pada pengunjung restoran mengurangi optimalisasi penjualan F&B.
Kendala pada ketersediaan produk baru berdampak negatif pada margin laba kotor segmen usaha specialty perusahaan. Hal ini mengakibatkan berkurangnya peluang penjualan serta kesempatan optimalisasi margin, karena perusahaan tidak dapat memaksimalkan perpaduan ideal antara produk baru dan lama.
Namun, percaya bahwa kondisi sulit ini hanya
berlangsung untuk jangka pendek, dan akan teratasi pada kuartal ke-2 bertepatan pada penjualan periode Lebaran.
Peningkatan kinerja penjualan MAP, bersamaan dengan pengurangan beban usaha secara signifikan selama tiga kuartal terakhir, menghasilkan laba yang melebihi ekspektasi.
"Kami sangat senang dengan peningkatan fundamental yang terjadi secara menyeluruh di semua level Perusahaan. Bisnis masih mengalami fluktuasi sebagai dampak dari pandemi, namun tim kami telah melakukan upaya terbaik dalam
melakukan efisiensi beban operasional, pembatasan order, mengurangi capital outflow, dan menata ulang bisnis kami dengan menerapkan model Unified Retail yang mengintegrasikan penjualan online dan offline,'' jelas Ratih D Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group dalam keterangan pers seperti diterima redaksi  Ipotnews , Selasa (11/5).
Ratih juga menambahkan selama kuartal pertama, platform loyalty program MAP CLUB milik perusahaan berhasil meningkatkan jumlah anggotanya hampir 25% YoY. Kontribusi anggota MAP CLUB terhadap penjualan Grup secara keseluruhan yang turut meningkat secara substansial, membuktikan manfaat dari meningkatnya keterlibatan pelanggan secara langsung. (winardi)

Sumber : Admin
645
0.0 %
0 %

2,503

BidLot

906

OffLot