Minyak Melejit di Tengah Spekulasi OPEC+ Bakal Hentikan Kenaikan Output
Monday, November 29, 2021       15:34 WIB

Ipotnews - Harga minyak bangkit lagi, Senin, karena investor mencari  bargain  setelah kejatuhan Jumat dan spekulasi bahwa OPEC Plus dapat menghentikan peningkatan produksi sebagai respons atas penyebaran Omicron, tetapi  mood- nya tetap hati-hati mengingat minimnya informasi mengenai varian baru tersebut.
Harga melonjak lebih dari 4%, pulih lagi setelah jatuh lebih dari 10% di sesi perdagangan sebelumnya. Jumat, harga minyak mencatat penurunan satu hari terbesar sejak April 2020 karena varian baru itu menakuti investor di seluruh pasar keuangan.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melonjak USD3,17 atau 4,4%, menjadi USD75,89 per barel pada pukul 14.48 WIB, setelah merosot USD9,50 pada penutupan Jumat, demikian laporan  Reuters,  di Tokyo, Senin (29/11).
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melambung USD3,35 atau 4,9%, menjadi USD71,50 per barel, setelah anjlok USD10,24 di sesi sebelumnya.
Ada kekhawatiran varian baru tersebut dapat menggagalkan pemulihan ekonomi global, berpotensi memukul permintaan minyak, sementara itu juga menambah kekhawatiran bahwa surplus pasokan bisa membengkak pada kuartal pertama.
"Kita melihat beberapa koreksi ketika kejatuhan harga minyak pada sesi Jumat sudah berlebihan," kata Tatsufumi Okoshi, ekonom Nomura Securities.
"Jika pasar turun lebih jauh, OPEC Plus dapat menghentikan rencana peningkatan produksi minyak mentah untuk mendukung harga."
Varian Omicron menyebar ke seluruh dunia, Minggu, dengan kasus baru ditemukan di Belanda, Denmark dan Australia, bahkan ketika lebih banyak negara memberlakukan pembatasan aktivitas perjalanan.
Senin, Jepang mengatakan akan menutup perbatasannya bagi warga negara asing, ketika ekonomi terbesar ketiga di dunia itu bergabung dengan Israel dalam mengambil tindakan terhadap Omicron, yang juga mengaburkan rencana pembukaan kembali Australia.
Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya ( OPEC Plus) menunda  technical meetings  menjadi pekan ini, sehingga mendapatkan lebih banyak waktu untuk menilai dampak Omicron pada permintaan dan harga minyak, menurut sumber dan dokumen OPEC Plus.
Sementara, pertemuan joint ministerial monitoring committee OPEC ditunda dari Selasa menjadi Kamis. OPEC Plus juga akan bertemu pada Kamis, ketika keputusan kebijakan kemungkinan akan diumumkan apakah bakal menyesuaikan rencananya untuk meningkatkan produksi 400.000 barel per hari pada Januari dan seterusnya.
Beberapa analis telah menyebutkan kelompok itu dapat menghentikan peningkatan pasokan setelah pelepasan stok dari cadangan strategis oleh negara-negara konsumen minyak, dan kemungkinan dampak permintaan dari penguncian untuk menahan varian baru tersebut.
"Semua mata akan tertuju pada bagaimana Omicron mempengaruhi ekonomi dan permintaan bahan bakar global, tindakan OPEC Plus dan pembicaraan nuklir Iran minggu ini," kata Hiroyuki Kikukawa, General Manager Nissan Securities.
Pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 akan dilanjutkan di Wina, Senin, dengan perkembangan atom Iran menimbulkan keraguan apakah bisa menghasilkan sebuah terobosan untuk membawa Teheran dan Amerika Serikat kembali pada kepatuhan penuh terhadap kesepakatan tersebut. (ef)

Sumber : Admin