Morning News Summary (27/11/2023)
Monday, November 27, 2023       07:54 WIB

inline-image-big
Bursa Asia menguat di perdagangan hari ini dengan futures Australia, Jepang, Hong Kong, dan China kompak menguat 0.2%/0.4%/0.4%/0.7% mengikuti kejatuhan Indeks ketakutan Wall Street/VIX ke level terendah sejak pandemi yakni 12.5 dan berlanjutnya kenaikan Wall Street di perdagangan singkat Jumat lalu dengan S&P500 naik 0.1%, US Dollar Index terkoreksi -0.5% ke level 103.4 -- seiring dengan estimasi pelaku pasar pada berakhirnya kebijakan kenaikan suku bunga global.
Meskipun begitu, kenaikan 8.7% pada S&P500 selama November (salah satu performa terbaik November dalam 1 abad terakhir) dan kenaikan 7.1% pada MSCI emerging market membuat potensi terjadinya pullback sangat mungkin terjadi dan diharapkan untuk mengumpulkan lagi energy market pada potensi rally akhir tahun.
inline-image-big
Minggu ini pelaku pasar juga akan memperhatikan beberapa kejadian penting yang akan membentuk arah market dari eksternal maupun dalam negeri:
o Revisi GDP Q3 US (29/11).
o Rebalancing MSCI (30/11) -- dilakukan pada closing market, Global Standard Index: masuk, keluar. Global Small Cap: , masuk, sedangkan , , , & keluar.
o Inflasi PCE US & Zona Euro (30/11) -- diprediksi menunjukkan kenaikan inflasi tahunan terendah sejak 2021 dan mendukung akhir dari kebijakan kenaikan suku bunga FED & ECB.
o Rilis data PMI manufaktur & Inflasi Indonesia (01/12).
inline-image-big
Di dalam negeri, harapan berakhirnya era suku bunga tinggi membawa para investor kembali melirik saham-saham teknologi dan bank digital yang sudah "babak belur" sejak bank sentral global termasuk Bank Indonesia mulai menaikkan suku bunga pada tengah tahun 2022 -- selama seminggu terakhir , , , , dan menguat hingga 41%/39%/27%/29%/15% dari titik terendahnya.
Meskipun begitu, peluang penguatan lebih lanjut terlihat masih terbuka dengan performa tahunan menunjukkan saham-saham ini masih terkoreksi sangat dalam, sejalan juga dengan ekspektasi berakhirnya era suku bunga tinggi tahun depan.
o Commodity
Harga emas menguat kembali ke atas level $2,000/ounce seiring dengan jatuhnya USD, sedangkan minyak WTI menguat tipis di perdagangan pagi ini di level $75.6/barrel menunggu rapat OPEC + pada 30/11. Sementara itu, aksi demonstrasi aktivis lingkungan di pelabuhan Newcastle Australia mengancam tertundanya pengiriman 500,000 ton batubara.
o Fiscal Balance
Kementerian Keuangan mencatatkan defisit fiskal sebesar Rp0.7Tr di Oct23 atau -0.003% dari GDP, berbalik dari surplus Rp67.7Tr di sepanjang 9 bulan pertama tahun ini. Defisit diperkirakan akan terus melebar di sisa tahun ini, sejalan efek musiman meningkatnya pengeluaran pemerintah pada Q4 ke level target defisit 2.3% dari GDP.
o Public Expose Live 2023
Hari ini, 10 emiten terdiri dari , , , , hingga akan menggelar Public Expose yang bisa disaksikan secara live beserta dengan materi presentasi dengan mengakses lynk.id/ipot.wmu.
o
Akan melaunching produk IQOS terbaru bernama Terea dengan rasa cengkeh (kretek) mulai 30 november 2023. Lebih rendahnya harga jual Terea (-29 sd -33% vs. Tier1 SKM) dengan mengusung rasa lokal mungkin akan menjadi kunci untuk mengambil pangsa pasar kretek ke Terea.
o
Melalui 2 anak usahanya memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp1.5Tr dari Bank BCA dan SMI dengan jangka waktu 10 tahun yang akan digunakan untuk pelunasan pinjaman kepada IFC, serta pembiayaan pengembangan Subang Smartpolitan (EmitenNews).
o Agenda Korporasi
27 November 2023
RUPS KBLM, ,
29 November 2023
CashDeviden CumDate
RUPS CYBR,
29 November 2023
CashDeviden CumDate NELLY, ,
IPO StartTrading
RUPS CLEO, , , ,
 Disclaimer On 
IndoPremier Wealth Management

Sumber : IPS RESEARCH

berita terbaru