Naiknya Suhu Perang Dagang Jadi Penekan, IHSG Lanjutkan Pelemahan: Indo Premier
Tuesday, May 14, 2019       09:01 WIB

Ipotnews - Kekhawatiran investor terkait tingginya tensi perang dagang antara Amerika dan China setelah China mengumumkan tarif balasan terhadap barang-barang asal Amerika senilai US$ 60 miliar yang akan berlaku pada awal Juni ini serta turunnya mayoritas harga komoditas diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar. Selain itu kembali tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika juga akan menambah katalis negatif untuk indeks.
" IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.075 dan resistance di 6.190," tegas Tim Analis Indo Premier Sekuritas, Selasa (14/5).
Pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari WIB tadi, bursa Wall Street ditutup melemah dipicu oleh kekhawatiran investor terkait naiknya tensi perang dagang antara Amerika dan China setelah China memutuskan untuk menaikkan tarif impor dari level 5-10% menjadi 20-25% atas barang asal Amerika senilai US$ 60 miliar yang akan berlaku pada awal bulan Juni. Dow Jones membukukan pelemahan -617 poin (-2,38%) pada level 25.324, S&P 500 turun 69 poin (-2,41%) pada level 2.811 dan Nasdaq berkurang 269 poin (-3,41%) pada level 7.647. Sementara itu EIDO melemah 0,84 poin (-3,46%) pada level 23,45.
Pagi ini bursa Asia dibuka di zona merah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dibuka melemah -68 poin (-0,47%) pada level Rp14.427.
Berikut rekomendasi saham Indo Premier:
1. (Buy, Support: Rp1.600, Resist: Rp1.650)
2. (Buy on Weakness, Support: Rp3.720, Resist: Rp3.820)
3. (Buy on Weakness, Support: Rp81.200, Resist: Rp83.000)
4. (Buy, Support: Rp1.770, Resist : Rp1.810)

Sumber : admin
1,720
-2.3 %
-40 %

1,935

BidLot

2

OffLot