Neraca Transaksi Berjalan Mengarah ke Perbaikan, Simak Rekomendasi ETF Berikut...
Monday, November 18, 2019       15:15 WIB

Ipotnews - Pada bulan Oktober neraca perdagangan secara tak terduga mengalami surplus meski tipis sebesar USD0,16 miliar, berbanding terbalik dari bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu yang masing-masing mencatatkan defisit USD0,16 miliar dan USD1,76 miliar.
Secara kumulatif dari Januari hingga Oktober 2019 neraca perdagangan masih mengalami defisit USD1,80 miliar, namun pencapaian tersebut masih lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat defisit USD5,57 miliar.
Pada bulan Oktober baik ekspor maupun impor masing-masing membukukan kenaikan, ekspor meningkat 5,9% menjadi USD 14,93 miliar dari sebelumnya di bulan September USD14,10 miliar, sedangkan impor tumbuh 3,6% menjadi USD14,77 miliar dari sebelumnya di bulan September USD14,26 miliar.
ETF Market Wrap
Di sisi lain, masih alotnya perundingan dagang antara Amerika dan China membuat IHSG belum mampu mencatatkan kinerja positif di sepanjang minggu kedua bulan November. Neraca perdagangan di bulan Oktober yang surplus hanya sedikit memberikan katalis positif di pasar. Pada pekan lalu, IHSG terkoreksi turun 0,85% dengan ditutup pada level 6.128. Sektor pertambangan dan perdagangan yang pada pekan lalu masing-masing melemah 3.02% dan 2.62% menjadi penyumbang terbesar bagi pelemahan IHSG . Sementara itu sektor industri dasar dan aneka industri berhasil membukukan penguatan masing-masing 0,53% dan 0,03%.
Dari sepuluh indeks acuan reksa dana ETF hanya satu yang berhasil membukukan penguatan yaitu indeks Pefindo I-Grade. Selama sepekan Pefindo I-Grade menguat 0,03%, sementara itu Jakarta Islamic Index dan Sminfra18 membukukan pelemahan terbesar masing-masing 1,36 % dan 0,96%.
Sementara itu dari tiga puluh dua reksa dana ETF yang tercatat dan diperdagangkan di bursa, hanya satu reksa dana yang mencatatkan kinerja positif yaitu reksadana ETF XIMG (Reksa Dana Indeks Majoris Pefindo I-Grade ETF Indonesia). tercatat menguat tipis 0,03% ditutup pada level 171.90. (Pinnacle Core High Dividen ETF) membukukan pelemahan terbesar yakni turun 1,57 % ditutup pada level 471,70.
Berikut rangkuman kinerja ETF sepekan:
inline-image-big
inline-image-big
Rekomendasi
Neraca perdagangan bulan Oktober 2019 mengalami surplus US$160 juta dibandingkan defisit US$160,5 juta bulan September. Secara keseluruhan neraca perdagangan positif : (1) menentang ekspektasi defisit, (2) disertai dengan kenaikan bulanan dalam ekspor dan import, (3) menunjukkan peningkatan ekspor volume Januari s/d Oktober (pada saat harga jual masih menjadi tantangan global) , dan (4) menetapkan awal yang positif dalam perdagangan barang, yang akan berdampak baik pada ekspektasi neraca perdagangan.
Membaiknya defisit transaksi berjalan di 3Q19 ke 2.7% GDP, vs. 2Q19 = 2,9% dan 3Q18 = 3,28 %. Dari perkembangan ini, transaksi berjalan masih dalam jalur menuju perbaikan ke 2,8% GDP untuk tahun 2019. BI memprediksi 2,5%-3,0% dan 3,0% di 2018. Secara siklus, transaksi berjalan biasanya melebar di 4Q di tengah peningkatan volume impor.
Seiring membaiknya makro, Divisi ETF Indo Premier Sekuritas merekomendasikan investor untuk akumulasi ETF-ETF yang berbasis index berikut:
inline-image-big

Sumber : admin
171
0.0 %
0 %

400

BidLot

400

OffLot