Pandemi Beri Tekanan Berat, Namun Jumlah Investor di Pasar Modal Malah Melonjak 20%
Saturday, September 26, 2020       14:45 WIB

Ipotnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui masa pandemi virus corona memberikan tekanan berat terhadap industri pasar modal. Walau demikian, jumlah investor pasar modal justru meningkat 20% dibanding akhir n 2019
Kepala Deputi Pengawasan Pasar Modal 1A OJK, Luthfi Zain Fuady, mengatakan bahwa industri pasar modal mengalami tekanan cukup berat akibat pandemi Covid-19. Industri reksa dana juga mengalami tekanan berat. "Saat ini dana kelolaan industri reksa dana mencapai Rp500 triliun. Jumlah itu turun Rp4,6 triliun dibanding akhir tahun lalu," kata Luthfi saat memberikan sambutan pembukaan FestiFund 2020 secara virtual, Sabtu (26/9).
Namun Luthfi mengakui bahwa di masa pandemi virus corona, justru terjadi penambahan jumlah investor di pasar modal. Jumlah SID investor pasar modal saat ini sudah mencapai 3,2 juta, sebanyak 2,4 juta SID khusus di industri reksa dana. "Jumlah itu bertambah 20% dibanding akhir tahun lalu," ujar Luthfi.
Luthfi juga menegaskan kehadiran dirinya mewakili OJK di FestiFund 2020 bukan dalam rangka mempromosikan produk IndoPremier Sekuritas. Melainkan dukungan OJK agar investor maupun calon investor semakin melek dengan produk reksa dana, baik prospek keuntungan maupun tingkat resikonya. "Jadi kuncinya: pahami dan nikmati," jelas Luthfi.
Luthfi menegaskan pandemi virus corona adalah masa perjuangan yang panjang, berat dan penuh ketidakpastian. Tidak ada satupun yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tekanan berat, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mengalami fluktuasi.
Walau demikian, Luthfi menegaskan masyarakat tidak bisa tenggelam dalam pesimisme. Masyarakat harus tetap semangat dan produktif. Termasuk bagi kalangan investor pasar modal, khususnya lagi investor reksa dana. "Semoga penyelenggaraan Festi Fund 2020 mendukung untuk itu," tutup Luthfi.(Adhitya)

Sumber : admin

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA