Pasar Cermati KTT Uni Eropa, Euro Dekati Level Tertinggi Empat Bulan
Monday, July 20, 2020       08:13 WIB

Ipotnews - Euro melayang di dekat level tertinggi empat bulan terhadap dolar, Senin, karena investor bertahan pada harapan bahwa pemimpin Eropa akan memecahkan kebuntuan dan menuntaskan kesepakatan penyelamatan ekonomi ketika KTT maraton mereka mencapai rekor terpanjang.
Euro berpindah tangan di posisi USD1,1439, tepat di bawah tingkat tertinggi empat bulan USD1,1452 yang disentuh pada sesi Rabu, demikian laporan  Reuters,  di Tokyo, Senin (20/7).
Pemimpin UE berada di jalan buntu terkait dana pemulihan senilai 750 miliar euro (USD858,30 miliar), yang seharusnya dinaikkan atas nama mereka semua di pasar modal oleh eksekutif Komisi Eropa, Uni Eropa.
Itu akan menjadi langkah bersejarah menuju integrasi fiskal yang lebih besar bagi serikat mata uang tersebut, tetapi sekelompok negara Eropa utara yang "hemat" mendorong pendanaan yang lebih kecil dan berusaha membatasi bagaimana pembayaran dibagi antara hibah dan pinjaman yang harus dibayar kembali.
Narasumber mengatakan dana 350 miliar euro untuk hibah adalah jumlah maksimal yang dapat diterima bagi kelompok negara di kawasan utara, dibandingkan 400 miliar yang dipandang sebagai angka minimal oleh banyak negara lain, termasuk Jerman dan Prancis.
Para diplomat mengatakan ada kemungkinan mereka akan meninggalkan KTT tersebut dan mencoba lagi untuk mencapai kesepakatan bulan depan.
Tetapi pelaku pasar memperkirakan para pemimpin akan mencapai kesepakatan di masa mendatang, bahkan jika mereka gagal melakukannya kali ini.
"Saya tidak tahu apa yang diprediksi dari KTT tersebut. Tetapi bahkan jika tidak ada kesepakatan, dampaknya akan terbatas, mengingat euro tampaknya memiliki momentum yang cukup kuat akhir-akhir ini," kata Yukio Ishizuki, analis Daiwa Securities.
Dolar secara luas melemah karena investor mempertahankan selera risiko yang kuat, berspekulasi pada lebih banyak stimulus tidak hanya dari Eropa, tetapi juga Amerika Serikat.
Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berada di posisi 95,949, dekat dengan level terendah tiga bulan 95,716 yang disentuh bulan lalu.
Pertempuran di Kongres AS terkait RUU virus korona baru dimulai akhir pekan lalu ketika Partai Republik dan Demokrat mendorong agenda mereka masing-masing.
Partai Republik menginginkan RUU virus korona yang akan datang biayanya tidak lebih dari USD1 triliun, sementara Demokrat berjanji untuk memperjuangkan lebih banyak lagi - dalam kisaran USD3 triliun.
"Kita melihat lebih banyak tekanan politik terhadap Partai Republik untuk berkompromi pada tujuan Demokrat karena Partai Republik berada di bawah jajak pendapat...Anggota Senat dari Partai Republik tidak dalam posisi untuk menahan stimulus," kata Steven Englander, Kepala Strategi FX Global Standard Chartered Bank Cabang New York.
Ekspektasi belanja pemerintah yang lebih besar mengimbangi kekhawatiran tentang meningkatnya kasus virus korona di Amerika Serikat serta ketakutan akan memburuknya hubungan AS-China.
Yen sedikit berubah di 107,07 per dolar. Ini menunjukkan tidak ada reaksi terhadap data perdagangan Jepang yang memperlihatkan ekspor anjlok 26% dari tahun sebelumnya pada periode Juni, lebih buruk dari ekspektasi.
Di tempat lain, poundsterling diperdagangkan flat USD1,2570, sementara dolar Australia tercatat USD0,6999.
Yuan di pasar  offshore  diperdagangkan 6,9889 per dolar, sedikit di bawah level tertinggi empat bulan, yakni 6,9806, yang dicapai pekan lalu. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA