Pasar Khawatirkan Kesepakatan Dagang AS-China, Wall Street Terjerembab
Friday, November 01, 2019       04:53 WIB

Ipotnews - Saham Wall Street ditutup lebih rendah, Kamis, karena kekhawatiran atas pertumbuhan global dan perang perdagangan AS-China mengimbangi laporan keuangan yang kuat dari Apple dan Facebook.
Dow Jones Industrial Average melemah 140,46 poin, atau 0,5% menjadi 27.046,23, demikian laporan   CNBC   dan  AFP , di New York, Kamis (31/10) atau Jumat (1/11) pagi WIB.
Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 turun 0,3% atau 9,21 poin menjadi 3.037,56, mundur dari rekor di sesi sebelumnya, sedangkan Nasdaq Composite Index berkurang 0,14% atau 11,61 poin menjadi 8.292,36.
Indeks utama Wall Street rata-rata membukukan kenaikan yang solid untuk Oktober meski terjadi pelemahan pada sesi Kamis. Dow dan S&P 500 masing-masing naik 0,3% dan 0,5%, untuk Oktober, sedangkan Nasdaq menguat 0,6%.
Dilaporkan  Bloomberg News,  Kamis, mengutip narasumber yang tidak disebutkan namanya, para pejabat China meragukan kemungkinan kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan AS. Laporan itu menambahkan bahwa para pejabat China khawatir tentang "sifat impulsif" Presiden Donald Trump.
"Setiap kali kita melihat penurunan ekspektasi kesepakatan perdagangan, itu akan mengganggu pasar," kata Jeff Kilburg, CEO KKM Financial. "Di sini kita berada pada titik tertinggi baru sepanjang masa, sehingga sensitivitas terhadap segala jenis hambatan dalam negosiasi tarif perdagangan AS-China akan menjadi reaksi berlebihan."
Indikator perdagangan, Caterpillar, anjlok 1,8% sementara Micron Technology turun 0,9%.
Investor merasa optimistis tentang perdagangan AS-China baru-baru ini karena kedua belah pihak menunjukkan kemajuan pada perjanjian "fase pertama" yang akan ditandatangani November. China dan AS terlibat perang dagang sejak tahun lalu, mengenakan tarif terhadap barang mereka senilai miliaran dolar.
Trump mencoba meredakan kekhawatiran sebelum pembukaan Kamis, dengan mengatakan dalam sebuah cuitan: "China dan AS sedang berupaya memilih tempat baru untuk penandatanganan Perjanjian Perdagangan Fase Pertama, sekitar 60% dari total kesepakatan, setelah KTT APEC di Cile dibatalkan, karena kondisi yang tidak terkait. Lokasi baru akan segera diumumkan. Presiden Xi dan Presiden Trump akan melakukan penandatanganan!"
Kekhawatiran tentang perdagangan dan ekonomi, Kamis, mengurangi antusiasme tentang laba yang kuat dari Apple dan Facebook.
Saham Apple melonjak 2,3% setelah raksasa teknologi itu membukukan laba per lembar USD3,03 dari pendapatan senilai USD64 miliar. Analis yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan laba USD2,84 per saham atas penjualan USD62,99 miliar. Pendapatan dari iPhone dan jasa juga melampaui estimasi.
Facebook, sementara itu, naik 1,8% setelah perusahaan media sosial tersebut melaporkan laba USD2,12 per saham, melampaui estimasi Refinitiv USD1,91 per lembar. Facebook juga melaporkan pendapatan rata-rata per pengguna yang lebih kuat dari perkiraan.
Sejauh ini, dua pertiga dari S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartalan. Dari perusahaan-perusahaan itu, 75% membukukan hasil yang lebih baik dari perkiraan, data FactSet menunjukkan. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:21 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of TIRA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:15 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of MDIA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:11 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IKBI
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:06 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AYLS
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:02 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BEKS
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of ZBRA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:53 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of UNSP