Pasar Merespons Data Inflasi Amerika, Bursa Ekuitas Eropa Variatif
Wednesday, September 15, 2021       04:16 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa ditutup variatif, Selasa, setelah investor bereaksi terhadap data inflasi Amerika Serikat yang dapat menginformasikan waktu Federal Reserve untuk mengurangi stimulus moneternya.
Pan-European Stoxx 600 turun tipis 0,01% atau 0,04 poin menjadi 467,65, dengan saham pertambangan anjlok 1,9% sementara saham teknologi melonjak 1,2%, demikian laporan   CNBC ,  di London, Selasa (14/9) atau Rabu (15/9) dini hari WIB.
Bursa regional utama ditutup berlawanan arah. Di Jerman, DAX menguat 0,14% atau 21,57 poin menjadi 15.722,99, FTSE 100 Inggris melemah 0,49% atau 34,37 poin menjadi 7.034,06, CAC 40 Prancis berkurang 0,36% atau 23,96 poin menjadi 6.652,97, dan FTSE MIB Italia naik 0,39% atau 101,34 poin menjadi 26.027,07.
Indeks harga konsumen (CPI) Amerika untuk periode Agustus naik 0,3% (month-to-month), atau 5,3% dari tahun sebelumnya, di bawah kenaikan 0,4% dan peningkatan tahunan 5,4% yang diprediksi sejumlah ekonom dalam survei  Dow Jones. 
Inflasi inti, meniadakan biaya makanan dan energi yang  volatile,  menunjukkan kenaikan moderat, 0,1%, dan di bawah konsensus 0,3% yang diperkirakan para ekonom.
Sementara itu, House Democrat di Washington mengusulkan kenaikan pajak baru pada individu dan perusahaan untuk membiayai paket pengeluaran senilai USD3,5 triliun.
Kembali ke "Benua Biru", pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa, Isabel Schnabel, Senin, mengatakan ECB siap untuk bertindak jika inflasi tidak mereda secepatnya tahun depan, seperti yang diprediksi saat ini.
Dampak dari Brexit terus bergemuruh, dengan Inggris sekali lagi, Senin, mengancam untuk secara sepihak menangguhkan protokol Irlandia Utara, prinsip utama dari perjanjian penarikan, jika Uni Eropa tidak mengalah pada negosiasi ulang untuk menyelesaikan masalah implementasi.
Dalam hal pergerakan harga saham, pengecer Inggris, JD Sports, melambung 9,7% ke puncak Stoxx 600 setelah melaporkan lonjakan tujuh kali lipat dalam laba semester pertama.
"Kendati pembukaan kembali dan berakhirnya skema dukungan pemerintah dapat mengurangi kepercayaan ke depan bagi banyak bisnis ritel, JD Sports bakal terus diuntungkan karena permintaan sepatu tetap kuat, dan akan bertahan sebagai penarik dalam jangka pendek," kata Amisha Chohan, analis Quilter Cheviot.
"Karena itu, tidak mengherankan kelompok itu sekarang memperkirakan laba sebelum pajak untuk setahun penuh setidaknya 750 juta, dibandingkan panduan sebelumnya setidaknya 550 juta dan 25% mengalahkan ekspektasi pasar."
Di bagian bawah indeks, perusahaan utilitas Spanyol, Endesa, merosot 5,2%. (ef)

Sumber : Admin