Pasar Merespons Risalah The Fed, Logam Dasar London Berguguran
Thursday, August 22, 2019       15:28 WIB

Ipotnews - Logam industri di London Metal Exchange (LME) tergelincir, Kamis, setelah Federal Reserve mengisyaratkan tidak berada di jalur yang mengarah pada pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, dan ekspektasi pertumbuhan permintaan yang lebih lemah di China, konsumen terbesar dunia.
Pemotongan suku bunga oleh Fed bisa memicu pelemahan dolar, membuat logam berdenominasi  greenback  lebih murah bagi pengguna mata uang lainnya.
Risalah pertemuan bulan lalu The Fed menunjukkan para penyusun kebijakan terpecah mengenai apakah akan menurunkan suku bunga, tetapi bersatu dalam keinginan untuk memberi sinyal bahwa mereka tidak berada di jalur untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Sejumlah pejabat menginginkan pemangkasan suku bunga hingga 50 basis poin untuk mengerek inflasi ke level target The Fed, serta menahan tekanan dari gonjang-ganjing perdagangan global. Sementara, beberapa pejabat lainnya dengan jumlah yang lebih besar menginginkan agar The Fed menahan suku bunga.
Seperti diketahui, dalam rapat sebelumnya, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 2 persen hingga 2,25 persen. Pemangkasan itu merupakan yang pertama sejak 2008.
Dalam risalah itu menyebutkan, peserta rapat cenderung menginginkan pendekatan di mana kebijakan diarahkan oleh informasi yang datang, dan itu menghindari untuk kelihatan mengikuti jalur yang telah ditetapkan sebelumnya.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,8% menjadi USD5.684,50 per ton pada pukul 14.04 WIB, demikian laporan Reuters, di Singapura, Kamis (22/8).
Harga logam dasar lainnya juga berguguran. Aluminium melemah 0,4%, nikel anjlok 1,2%, seng merosot 1,3%, timbal 0,6% lebih rendah sedangkan timah berkurang 0,1%.
"Pertumbuhan permintaan tembaga dan aluminium (di China) hanya akan mencatatkan pemulihan yang moderat dari level saat ini, karena sektor otomotif dan consumer...hanya akan meningkat tipis pada 2020 dibandingkan sektor infrastruktur," kata Fitch dalam sebuah laporan.
Codelco Cile, produsen tembaga terbesar dunia, Rabu, mengatakan telah menutup pabrik peleburan Ventanas di sepanjang pantai tengah Cile untuk pemeliharaan sampai 3 September, tetapi itu tidak akan berdampak pada produksi.
Defisit pasar nikel global menyempit jadi 45.100 ton dalam enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan defisit 85.200 ton pada periode yang sama 2018, menurut data Kelompok Studi Nikel Internasional.
Pabrikan mobil listrik China, BYD Co Ltd, melaporkan laba melonjak pada semester pertama setelah menjual 145.653 mobil yang disebut kendaraan energi baru antara Januari dan Juni, naik 94,5% dari tahun sebelumnya.
Pasar seng global berubah menjadi surplus 10.900 ton pada Juni dari defisit 38.200 ton, Mei, data dari Kelompok Studi Timbal dan Seng Internasional menunjukkan.
Pasar timbal global mencatat defisit yang melebar jadi 65.000 ton pada semester pertama 2019, dibandingkan defisit 37.000 ton selama periode yang sama tahun lalu, menurut data kelompok studi itu.
Penambang  rare earth  Lynas Corp Ltd, satu-satunya produsen  rare earth  di luar China, mengkonfirmasi penerimaan izin operasi yang diperbarui dari Malaysia untuk pabrik pengolahannya di sana. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:08 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AKKU
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IATA
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of CTTH
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:52 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BCIP
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:47 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LAND