Pendapatan usaha naik 3,8%, tapi laba Centratama Telekomunikasi susut 75% di 2019
Friday, April 03, 2020       16:48 WIB

JAKARTA. Perusahaan menara telekomunikasi PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk () membukukan pendapatan usaha Rp 831,78 miliar pada 2019. Jumlah ini naik 3,8% dibanding pendapatan usaha 2018 yang sebesar Rp 801,16 miliar.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Jumat (3/4), pendapatan dari bisnis sewa  in-building coverage  multi operator masih menjadi kontributor terbesar pendapatan tahun lalu, yakni Rp 419,98 miliar atau setara 50,49%. Namun, pendapatan bisnis ini turun 6,8%  year on year  (yoy), dari sebelumnya Rp 450,81 miliar.
Sebaliknya, bisnis sewa dan pemeliharaan yang menjadi kontributor kedua terbesar pendapatan tumbuh 20,9% yoy menjadi Rp 381,18 miliar. Bisnis ini menyumbang 45,83% total pendapatan 2019.
Kontribusi pendapatan lainnya berasal dari bisnis penyedia jasa internet sebesar Rp 14,05 miliar (1,69%), sewa  in-building coverage  kerja sama operasi Rp 12,2 miliar (1,47%), IP transit Rp 3,7 miliar (0,44%), dan proyek Rp 661 juta (0,08%).
Sementara itu, jika dilihat dari pelanggan yang menggunakan jasa , PT XL Axiata Tbk () masih berada di posisi teratas, yakni mencapai Rp 256,35 miliar atau setara 30% pendapatan total 2019. Disusul oleh PT Hutchison 3 Indonesia sebesar Rp 245,76 miliar (30%), PT Telekomunukasi Seluler (Telkomsel) Rp 173,05 miliar (21%), dan PT Indosat Tbk () Rp 104,42 miliar (13%).
Seiring dengan kenaikan pendapatan, mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan 0,5% yoy menjadi Rp 400,53 miliar dan peningkatan beban penjualan 15,1% yoy menjadi Rp 3,79 miliar. Sebaliknya, beban umum dan administrasi turun 23% yoy ke Rp 144,92 miliar dan beban lainnya berkurang 43,6% yoy menjadi Rp 21,65 miliar.
Sayangnya, membukukan kenaikan pada beban keuangan sebesar 36,7% yoy menjadi Rp 230,64 miliar. Bahkan, mencatatkan beban pajak penghasilan neto hingga Rp 34,56 miliar. Padahal, pada 2018, akun ini bernilai positif Rp 14,07 miliar.
Alhasil, laba tahun berjalan tergerus 75% yoy, dari Rp 35,64 miliar pada 2018 menjadi Rp 8,91 miliar pada 2019.
Adapun aset sepanjang tahun lalu tumbuh 10% yoy menjadi Rp 5,73 triliun. Ini sejalan dengan utang yang meningkat 25,1% yoy ke Rp 2,71 miliar dan ekuitas yang turun tipis 0,8% yoy menjadi Rp 3,01 miliar.

Sumber : KONTAN.CO.ID
55
-1.8 %
-1 %

4,345

BidLot

2,541

OffLot