Penguatan Saham Bebani Permintaan Aset "Safe-Haven", Emas Stabil
Thursday, May 16, 2019       04:10 WIB

Ipotnews - Emas relatif stabil, Rabu, karena pasar saham menguat tetapi kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global dan sengketa perdagangan AS-China membuat logam kuning itu tetap bertahan di dekat level tertinggi satu bulan.
Harga emas di pasar spot stabil di posisi USD1.296,64 per ounce pada pukul 01.07 WIB, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (15/5) atau Kamis (16/5) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,1 persen menjadi USD1.297,80 per ounce.
"Ada banyak sentimen dari sudut pandang geopolitik. Iran adalah bagian dari itu, tetapi yang utama adalah perundingan perdagangan AS-China, yang tampaknya tidak akan terjadi di mana pun pada saat ini," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.
Kekhawatiran bahwa sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu dapat berlarut-larut dan berdampak terhadap ekonomi global telah meningkatkan daya tarik emas selama beberapa hari terakhir.
Logam kuning itu, sering dilihat sebagai investasi alternatif selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, melesat ke level tertinggi sejak 11 April di posisi USD1.303,26 per ounce pada sesi Selasa.
"Tidak ada keraguan bahwa apa yang menahan harga emas adalah masalah kesepakatan perdagangan China...tetapi setelah Trump mengumumkan penundaan tarif otomotif, investor terjebak di antaranya dan tidak tahu ke mana harus pergi. Itu sebabnya kita melihat aktivitas yang datar (saat ini)," kata analis yang berbasis di New York.
Emas menghapus kenaikan sebelumnya karena saham Wall Street dan Eropa berubah positif, Rabu, setelah berita Presiden Donald Trump berencana untuk menunda tarif impor mobil.
"US Treasury masih lebih tinggi yang menunjukkan ada safety buying," kata Haberkorn.
Imbal hasil US Treasury turun, dengan yielddua tahun berada di level terendah dalam 15 bulan karena pedagang menaikkan taruhan pada penurunan suku bunga Federal Reserve setelah penjualan ritel AS meleset dari ekspektasi.
Penjualan ritel AS secara tak terduga turun pada periode April karena rumah tangga mengurangi pembelian kendaraan bermotor dan sejumlah barang lainnya. Laporan lain menunjukkan penurunan output mobil dan mesin yang menyebabkan perlambatan produksi pabrik AS untuk April.
China juga melaporkan pertumbuhan penjualan ritel dan industri yang lebih lemah untuk periode April, Rabu.
"Fokus utama saat ini adalah ekonomi global dan kekhawatiran tentang ekonomi menjaga emas tetap menguat," kata analis yang berbasis di New York itu.
Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,1 persen menjadi USD14,80 per ounce, sementara platinum turun 1,6 persen menjadi USD842 per ounce. Palladium menguat 0,4 persen menjadi USD1.341,51 per ounce. (ef)

Sumber : Admin