Permintaan Bahan Bakar Menggeliat, Minyak di Jalur Penguatan Mingguan Kedua
Friday, August 14, 2020       15:37 WIB

Ipotnews - Harga minyak melemah, Jumat petang, namun berada di jalur menuju penguatan mingguan kedua, di tengah meningkatnya kepercayaan bahwa permintaan bahan bakar mulai menggeliat meski pandemi virus korona menghantam ekonomi di seluruh dunia.
Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 31 sen, atau 0,69%, menjadi USD44,65 per barrel pada pukul 15.10 WIB, demikian laporan  Reuters , di Tokyo, Jumat (14/8). Brent menuju kenaikan sekitar 1% pekan ini.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, berkurang 32 sen atau 0,76%, menjadi USD41,92 per barrel. WTI berada di jalur mencatat penguatan 2% minggu ini.
"Meski kedua kontrak tersebut terus berkonsolidasi di ujung atas rentang perdagangan dua bulan terakhir, Brent dan WTI kekurangan momentum untuk melakukan reli yang berarti pada tahap ini," kata Jeffrey Halley, analis OANDA.
Harga minyak menguat pekan ini setelah data pemerintah AS yang menunjukkan persediaan minyak mentah, bensin, dan produk penyulingan semuanya turun minggu lalu karena pengilangan meningkatkan produksi dan permintaan untuk produk minyak meningkat.
Namun, Badan Energi Internasional (IEA) memangkas proyeksi permintaan minyak untuk tahun ini, dan mengatakan perjalanan penerbangan yang lebih rendah akibat pandemi Covid-19 akan mengurangi konsumsi minyak global 2020 sebesar 8,1 juta barel per hari.
Awal pekan ini, Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) mengatakan permintaan minyak dunia kemungkinan turun 9,06 juta barel per hari pada 2020, penyusutan ini lebih besar dari penurunan 8,95 juta barel per hari yang diprediksi sebulan lalu.
OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, yang secara kolektif disebut OPEC +, memangkas produksi sejak Mei sekitar 10% dari permintaan global untuk mengatasi dampak krisis kesehatan global.
Menteri Energi Rusia, Alexander Novak, mengatakan dia tidak akan mengambil keputusan tergesa-gesa terkait pengurangan produksi ketika komite pemantau OPEC + bertemu minggu depan, tutur kantor berita Rusia, Kamis. (Adhitya)

Sumber : Admin