Proses Pemakzulan Trump Bebani Pasar Wall Street, Emas Rebound
Wednesday, November 20, 2019       03:48 WIB

Ipotnews - Emas mengurangi kerugian untuk menembus level tertinggi satu pekan, Selasa, karena Wall Street merosot dari rekor tertinggi di tengah ketidakpastian politik AS dan laporan keuangan yang suram, sementara pasar menunggu lebih banyak isyarat pada kebijakan moneter Federal Reserve.
Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.474,65 per ounce pada pukul 01.48 WIB setelah menyentuh level tertinggi sejak 7 November, demikian laporan  Reuters , di Bengaluru, Selasa (19/11) atau Rabu (20/11) dini hari WIB. Emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2% lebih tinggi menjadi USD1.474,30 per ounce.
"Bagi orang-orang yang memperdagangkan emas, mereka menginginkan lebih banyak wawasan tentang jalan ke depan dan di mana The Fed berada. Dengan perdagangan ekuitas yang lebih rendah, emas mendapatkan sedikit peningkatan berdasarkan itu," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.
Pasar keuangan menyusut karena laba yang rendah dan kekhawatiran tentang penyelidikan pemakzulan yang sedang berlangsung terhadap Presiden Donald Trump membayangi harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China.
Di awal sesi, Washington memberikan perpanjangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk terus melakukan bisnis dengan Huawei Technologies Co Ltd, China, langkah yang diambil pasar sebagai tanda kemajuan dalam hubungan perdagangan AS-China.
Setelah memasukkan Huawei dalam  blacklist  ekonomi, Mei lalu, Departemen Perdagangan AS telah mengizinkannya untuk membeli beberapa barang buatan Amerika, dan memberikan perpanjangan 90 hari yang baru untuk meminimalkan gangguan bagi para pelanggannya.
Ini mendongkrak Wall Street, dan saham global melaju ke tingkat tertinggi 22 bulan serta mendorong emas ke level terendah hari ini di posisi USD1.464,20.
"Fakta bahwa emas stabil dalam lingkungan dengan pasar ekuitas didorong ke level tertinggi yang baru...adalah bukti bahwa masih ada minat pada aset  safe haven ," ujar David Meger, Direktur High Ridge Futures, menghubungkannya pada kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan keraguan tentang kesepakatan perdagangan.
Pada sesi sebelumnya, sebuah laporan bahwa Beijing tidak optimistis tentang kesepakatan, karena keengganan Trump untuk menurunkan tarif, mendorong emas ke wilayah positif.
Namun, asumsi kesepakatan perdagangan "fase pertama" dapat dicapai segera melebihi keraguan, dengan emas anjlok sekitar 2,5% sejauh bulan ini.
Pelaku pasar sekarang menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terbaru The Fed, di mana bank sentral AS itu telah memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini.
Harga logam lainnya, perak naik 0,8% menjadi USD17,16 per ounce, platinum melonjak 1,8% menjadi USD910,15 dan palladium melejit 1,9% menjadi USD1.770,44 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:34 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of MLPL
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:21 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of TIRA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:15 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of MDIA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:11 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IKBI
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:06 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AYLS
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:02 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BEKS
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of ZBRA