Raihan Laba Semester I Mencorong, Target Harga Saham DMAS Naik Jadi Rp340
Friday, July 26, 2019       17:02 WIB

Ipotnews - Puradelta Lestari () melaporkan perolehan laba yang kuat pada semester 1 2019 (1H19), berkat pengakuan penjualan pemasaran di awal sebesar Rp1,22 triliun. Alhasil, saham perseroan makin mantap di posisi buy (beli) dengan target harga meningkat Rp340 dari sebelumnya Rp290.
melaporkan laba 1H19 sebesar Rp625,8miliar (+ 569% yoy), setara 109% estimasi Indo Premier Sekuritas dan 67% dari estimasi pasar. Perolehan laba tersebut berasal dari kuatnya pendapatan (top-line) yang sebesar Rp985,2 miliar (+ 300% yoy), menyusul pengakuan di awal penjualan pemasaran sebesar Rp1,22 triliun pada 1H19 ( 80% pengakuan penjualan / total penjualan pemasaran 1H19). Lanjutannya, GPM / OPM pada 1H19 masing-masing mencapai tinggi 66,6% / 59,4%, terutama didukung oleh penjualan lahan komersial (dijual ke proyek kereta cepat) yang menghasilkan GPM lebih tinggi, yaitu 73%.
"Secara triwulanan, kami melihat hasil 2Q19 yang signifikan karena memulai 1Q19 tanpa jaminan penjualan," ujar Tim Analis Indo Premier Sekuritas, Jumat (26/7).
Adanya momentum positif pasca pemilu, secara konsisten membukukan penjualan pemasaran yang kuat pada 1H19 sebesar Rp1,22 triliun (+69% yoy), dengan penjualan lahan industri pada 2Q19 seluas 5 hektare yang dijual ke perusahaan pengemasan dan 1,3 hektare ke perusahaan logistik, serta 3 hektare penjualan lahan komersial. Pencapaian ini membuat memliki jaminan penjualan lebih banyak, dengan transaksi sekitar Rp500 miliar siap untuk diakui.
juga membukukan penjualan lahan industri 8 hektare ke sebuah perusahaan suku cadang mobil Jepang seharga Rp150 miliar, yang membawa posisi penjualan pemasaran menjadi Rp1,36 triliun, melebihi target perusahaan sebesar Rp1,25 triliun. Dengan demikian, secara tidak resmi mengatakan mereka akan membukukan penjualan pemasaran Rp1,5tn tahun ini; dengan keyakinan membukukan penjualan 40 hektare lahan industri (per Juli 2019: 33ha). "Kami memperkirakan secara konservatif 35 hektare. Kami berekspektasi laba FY19 yang kuat (+46% yoy) mencerminkan pengakuan penjualan yang lebih cepat," tandas Tim Analis.
Tim Analis menilai, posisi tunai pada 1H19 yang kuat sebesa Rp896 miliar (FY18: Rp744 miliar), dikombinasikan dengan posisi tanpa utang, akan menjadi sumber yang baik bagi perseroan untuk lebih banyak melakukan pembebasan lahan. Sebagai catatan, total bank lahan perseroan per 1H19 seluas 1.456 hektare dan ingin mengakuisisi lebih dari 300-400 hektare.
Valuasi
Dengan berbagai catatan itu, Tim Analis Indo Premier menaikkan perkiraan laba untuk FY19 sebesar 26%, yang mencerminkan kuatnya penjualan pemasaran dan pengakuan penjualan di awal. Juga, Tim Analis menerapkan diskon lebih rendah terhadap perkiraan RNAV , dari 60% menjadi 52%, di bawah 4-yr +2 std yang di level 59%, untuk merefleksikan nilai yang menguntungkan berdasarkan permintaan tertinggi di antara perusahaan sejenis (1H19: 150ha).
"Faktor-faktor ini menghasilkan perhitungan RNAV yang lebih tinggi yaitu Rp340 / saham (dari Rp290). saat ini diperdagangkan premium pada harga diskon 59% terhadap estimasi RNAV kami (rata-rata 4 tahun: 71%) dan FY19F P/B 2,0; sejajar dengan posisinya sebagai kandidat kuat untuk memenangkan permintaan lahan dari Hyundai dan Amazon," papar Tim Analis.

Year To 31 Dec

2017A

2018A

2019F

2020F

2021F

Revenue (RpBn)

1,336

1,036

1,289

1,269

1,266

EBITDA (RpBn)

661

442

675

581

555

EBITDA Growth (%)

(16.3)

(33.2)

52.8

(13.8)

(4.5)

Net Profit (RpBn)

657

496

724

660

653

EPS (Rp)

14

10

15

14

14

EPS Growth (%)

(13.3)

(24.4)

46.0

(8.9)

(1.1)

Net Gearing (%)

(11.2)

(10.4)

(11.1)

(15.9)

(20.4)

PER (x)

22.8

30.1

20.6

22.6

22.9

PBV (x)

2.1

2.1

1.9

1.9

1.8

Dividend Yield (%)

6.9

2.1

1.6

2.3

2.1

EV/EBITDA (x)

23.8

35.5

23.4

27.9

30.0

 Source: , IndoPremier 

 Share Price Closing as of :   25-July-2019 

Sumber : admin
294
-2.0 %
-6 %

34,946

BidLot

943

OffLot