Reksadana Bursa atau Exchange Traded Fund (ETF)
Friday, April 23, 2021       16:36 WIB

Dalam sepuluh artikel sebelumnya, kita telah banyak membahas "teori" tentang reksadana Bursa atau ETF (Exchange Traded Fund), di antaranya tentang (1) mengapa teknik pengelolaan dana secara pasif dapat berhasil dan mengalahkan teknik pengelolaan dana secara aktif, (2) mengapa pemodal yang berinvestasi pada reksadana aktif (reksadana yang menggunakan teknik pengelolaan dana secara aktif) pada akhirnya akan kalah (i.e. loser's game ) dibandingkan dengan investasi pada reksadana Bursa yang pasif, dan (3) pengaruh pergeseran teknik pengelolaan dana aktif ke pasif terhadap resiko kestabilan keuangan.
Setelah panjang lebar membahas 'teori' tentang reksadana Bursa, dalam sepuluh artikel selanjutnya, kami akan membahas permasalahan ETF secara lebih praktis, yaitu dari sudut pandang pemodal yang akan berinvestasi pada ETF.
Hal-hal yang akan dibahas di sini, di antaranya adalah:
  1. Mambandingkan reksadana Bursa atau ETF dengan reksadana konvensional
  2. Jenis-jenis ETF yang sudah ada di Indonesia
  3. Bagaimana cara kerja ETF?
  4. Mencari ETF yang tepat
  5. Kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan pemodal dalam berinvestasi di ETF
  6. Strategi investasi menggunakan ETF
  7. Bagaimana caranya membeli ETF?
  8. Apa keuntungan bertransaksi ETF melalui Indo Premier?

Perlu dijelaskan di sini, bahwa sebagai perusahaan sekuritas, PT.Indo Premier Sekuritas memiliki divisi perdagangan saham dan obligasi. Perdagangan obligasi umumnya dilakukan dengan institusi seperti perusahaan manajer investasi reksadana, perusahaan asuransi jiwa, perusahaan asurangi kerugian, perusahaan dana pension, dan institusi lainnya. Di lain pihak, perdagangan saham banyak dilakukan oleh baik institusi maupun perorangan.
PT.Indo Premier Sekuritas memiliki platform IPOT untuk perdagangan saham secara online. PT Indo Premier Sekuritas juga memiliki anak perusahaan PT.Indo Premier Investment Management ( IPIM ) yang bergerak di bidang pengelolaan dana, dan memiliki platform supermarket reksadana online IPOT Fund yang menjual bermacam reksadana konvensional yang dikelola oleh banyak Manajer Investasi selain IPIM .
Jadi, artikel tentang ETF di sini tidak berarti bahwa PT.Indo Premier Sekuritas menganggap bahwa ETF adalah satu-satunya bentuk investasi terbaik dan bahwa semua pemodal harus beralih ke ETF.
Jika dibandingkan satu ETF dengan satu reksadana konvensional, memang ETF memiliki banyak keunggulan. Tetapi macam ETF di Indonesia masih sedikit, tidak cukup banyak jenis ETF yang dapat dipergunakan, misalnya oleh seorang perencana keuangan, untuk menyusun alokasi aset yang memadai.
Sebagai contoh, berdasarkan data dari PT.Bursa Efek Indonesia (BEI), per akhir Maret 2021, jumlah ETF yang diperdagangkan di BEI mencapai 48 produk, yang diterbitkan oleh 22 manajer investasi dan diperdagangkan melalui 7 Dealer Partisipan. Dari 48 produk ETF tersebut, 45 di antaranya berbasis saham, dan hanya tiga produk ETF yang berbasis obligasi.
Jadi, kita akan membahas ETF di sini tanpa bermaksud menyinggung Manajer Investasi reksadana konvensional, bahwa seakan-akan investasi pada reksadana Bursa ini adalah investasi terbaik atau satu-satunya investasi yang dapat dilakukan oleh pemodal.
Harus diakui bahwa reksadana Bursa (ETF) merupakan alternatif investasi yang patut diperhitungkan, terutama bagi pemodal ritel, tetapi ETF di Indonesia masih relatif baru dan jumlah ETF sekitar 48 ETF masih sedikit sekali, dibandingkan dengan di Amerika Serikat sebanyak 1800 ETF.
Di Indonesia, jenis ETF juga masih terbatas, sementara di Amerika Serikat jenis-jenis ETF yang dapat dipilih pemodal sangatlah beragam. Karena itu, untuk setiap investasi reksadana yang belum ada ETF padanannya, kami menganjurkan menggunakan reksadana konvensional sejenis.
Khusus mengenai strategi investasi, setelah pemodal menentukan tujuan investasi dan alokasi asetnya, maka ETF dapat dipergunakan untuk memperoleh eksposur pada pasar yang dituju. Karena terbatasnya jumlah ETF yang tersedia, sementara ETF yang berinvestasi pada instrumen pasar uang, komoditas, atau mata uang asing belum tersedia, maka untuk pemodal ritel kami selalu menganjurkan menggunakan reksadana konvensional sebagai pengganti ETF untuk investasi.
Di samping jenis ETF yang masih terbatas, hal lain yang penting untuk dipertimbangkan sebelum berinvestasi di ETF adalah jangka waktu berdirinya ETF itu sendiri. Karena ETF pada dasarnya adalah reksadana juga - walaupun sebagai reksadana ETF memiliki keunggulan karena ETF diperdagangkan di Bursa - ETF dapat dibeli atau dijual setiap saat selama jam perdagangan bursa.
Tetapi, sebagai pemodal, Anda harus cukup puas dengan jangka waktu ( track record ) yang dimiliki ETF itu. Kalau Anda tidak cukup puas dengan jangka waktu ( track record ) ETF yang ada, lebih baik mengambil reksadana konvensional yang setara.
Oleh: Fredy Sumendap, CFA

Sumber : IPS

berita terbaru
Saturday, May 08, 2021 - 12:35 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of SSMS
Saturday, May 08, 2021 - 12:28 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of BBMD
Saturday, May 08, 2021 - 12:23 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of JECC
Saturday, May 08, 2021 - 12:08 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of BSIM
Saturday, May 08, 2021 - 11:43 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of MGRO
Saturday, May 08, 2021 - 11:40 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of RANC
Saturday, May 08, 2021 - 11:37 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of INAF
Saturday, May 08, 2021 - 11:27 WIB
Financial Statements Full Year 2020 of CITY
Saturday, May 08, 2021 - 11:23 WIB
Financial Statements Full Year 2020 of BLUE
Saturday, May 08, 2021 - 11:03 WIB
Financial Statements Full Year 2020 of IIKP