Reksadana Indeks, Cara Terbaik bagi Investor Biasa untuk Menumbuhkan Kekayaan: Warren Buffet
Sunday, June 28, 2020       15:45 WIB

Ipotnews - Warren Buffett, salah satu investor paling sukses dalam sejarah, merekomendasikan satu strategi investasi yang secara konsisten sangat mudah sehingga seorang pemula pun dapat mengadopsinya dengan mudah: menginvestasikan dananya ke reksadana indeks.
Laman  fool.com , Sabu (27/6) menulis, reksadana yang dikelola secara pasif ini memiliki tujuan langsung melacak kinerja indeks pasar yang ada. Misalnya, reksadana indeks S&P 500 akan bertujuan untuk mencocokkan kinerja indeks S&P 500 itu sendiri, biasanya dengan memiliki semua saham yang menjadi komponen pembentuk indeks.
Apa manfaat berinvestasi di reksadana indeks?
Reksadana indeks mengambil banyak pekerjaan dari berinvestasi. Ketika Anda membeli saham individu, Anda harus hati-hati memeriksa keuangan masing-masing perusahaan dan memastikan Anda memahami model bisnisnya sebelum bergerak maju (bukan berarti setiap investor/trader menerapkannya, tetapi seharusnya mereka melakukannya). Dengan reksadana indeks, Anda cukup melihat kinerja reksadana itu daripada memeriksa setiap saham yang terkandung di dalamnya. Ini menghemat banyak kerja keras.
Mungkin yang lebih penting, reksadana indeks juga menawarkan diversifikasi instan kepada investor. Jika portofolio Anda hanya terdiri dari beberapa saham individual dan satu perusahaan, Anda berisiko kehilangan sebagian besar dari nilai kepemilikan Anda (setidaknya di atas kertas, jika harga saham itu anjlok). Di sisi lain, ketika Anda memiliki reksadana indeks, Anda mendapatkan satu ember besar berisi berbagai saham pilihan (seusai saham-saham yang tercakup dalam indeks acuannya). Jadi jika beberapa perusahaan di dalam ember itu turun tajam, saham lain mungkin naik pada saat yang sama, mengimbangi penurunan itu dan menjaga potensi kerugian Anda.
Akhirnya, berinvestasi di reksadana indeks cenderung terjangkau. Semua reksadana membebankan biaya investasi tahunan kepada para investor yang jumlahnya merupakan bagian kecil dari besaran investasi yang Anda lakukan - rasio pengeluaran. Reksadana yang dikelola secara aktif biasanya memiliki rasio pengeluaran 1% atau lebih.
Alasannya? Biaya tersebut merupakan pembayaran atas keahlian manajer investasi dan rekanannya, yang akan memilih investasinya, memilih kapan membeli dan menjual saham, dan secara keseluruhan, menyatukan campuran saham secara unik yang mereka harap akan memberikan hasil investasi yang lebih baik daripada rata-rata pasar. (Peringatan: Tapi banyak dari mereka tidak begitu. Tahun lalu, di AS, setelah memperhitungkan biaya manajer investasi, hanya 29% dana yang dikelola secara aktif mengungguli indeks acuannya. Dan dalam jangka waktu yang lebih lama, persentasenya turun lebih jauh lagi.)
Dengan reksadana indeks, Anda tidak dikenai biaya untuk "keahlian" itu, karena dibutuhkan sangat sedikit keahlian untuk hanya membeli dan menyimpan komponen pasar secara luas dan indeks pelacakan sektor yang sudah ada. Dengan demikian, rasio pengeluaran mereka jauh lebih rendah - sering, sepersepuluh dari apa yang dibebankan oleh reksadana yang dikelola secara aktif.
Apakah kekurangan dari membeli reksadana indeks?
Jika preferensi Anda adalah untuk memiliki kontrol penuh atas portofolio investasi Anda, maka reksadana indeks mungkin bukan tempat yang tepat. Jika Anda membeli reksadana indeks S&P 500, Anda tidak bisa memilih saham mana yang membentuk S&P 500, dan jika ada beberapa yang tidak Anda sukai, Anda terjebak untuk tetap memilikinya.
Selanjutnya, reksadana indeks berusaha untuk mencocokkan kinerja indeks yang ada - tidak untuk mengalahkan mereka. Jika Anda berharap untuk mengungguli pasar - adalah mungkin bagi investor individu untuk mengalahkan pasar - Anda memerlukan strategi yang berbeda.
Tempat yang bagus bagi investor untuk memulai
Reksadana indeks tidak terbatas hanya mengacu pada saham-saham pembentuk indeks. Ada juga reksadana yang bercermin pada pasar obligasi. Tetapi jika Anda belum mendekati masa pensiun dan memiliki pilihan untuk berinvestasi lebih agresif, saham biasanya dianggap sebagai alat yang membangun kekayaan yang lebih kuat ketimbang obligasi.
Sekarang ini Anda juga bisa membeli reksadana indeks yang berfokus pada saham secara langsung melalui perusahaan reksadana atau akun pialang tertentu, tetapi Anda juga dapat membeli reksadana indeks yang diperdagangkan secara publik. Reksadana ini dikenal sebagai reksadana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Manfaat dari memiliki reksadana ETF ini adalah Anda dapat melacak harganya dengan mudah. Jika Anda baru memulai dengan reksadana indeks.
Ikuti saran Buffett
Semua ini membawa kita kembali ke Buffett, yang terkenal karena membangun portofolio investasi yang secara liar dapat mengungguli pasar dalam jangka panjang. Dalam pandangannya, kebanyakan dari kita tidak boleh mencoba ini di rumah.
"Dana indeks berbiaya rendah adalah investasi ekuitas yang paling masuk akal bagi sebagian besar investor," kata Buffett. "Dengan berinvestasi secara berkala dalam reksadana indeks, investor yang tidak tahu apa-apa benar-benar dapat mengungguli sebagian besar investasi profesional." Sulit untuk memperberdebatkannya. (fool.com)

Sumber : admin

berita terbaru
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:46 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of ESTI
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:46 WIB
Bank Mandiri Turunkan Bunga Kredit, Ini Daftarnya
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:41 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of JAYA
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:37 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of JKON
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:34 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of MLPL
Tuesday, Aug 11, 2020 - 14:21 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of TIRA