Reli Sektor Telekomunikasi Asia Tenggara Akan Segera Berakhir: DBS
Wednesday, September 11, 2019       14:40 WIB

Ipotnews - Reli saham telekomunikasi Asia Tenggara tahun ini kemungkinan besar tidak akan berlanjut, mengingat laju pertumbuhan pendapatan layanan data yang lebih lemah.
Analis DBS Bank, Sachin Mittal dan Woo Kim Toh menyebutkan, kinerja terbaru sektor telekomunikasi terhadap indeks saham negara-negara Asia sebagian besar ditopang oleh dividen yang tinggi, serta aktivitas merger dan akuisisi. Kondisi tersebut terutama terjadi di perusahaan telekomunikasi Axiata Group Bhd. Malaysia dan DiGi.Com Bhd.
Meskipun kedua saham itu masih berada di zona hijau pada tahun ini, namun mengalami penurunan tajam pada perdagangan kemarin, setelah pembicaraan rencana penggabungan bisnis Axiata dan DiGi.com dibatalkan. Pembatalan tersebut menyeret indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI turun lebih dari 5% pada tahun 2019, terburuk di Asia.
Di Thailand, Total Access Communication PCL telah naik 36% tahun ini, lebih dari lima kali lipat kenaikan indeks acuan di negara itu. DBS menyebutkan kenaikan harga saham telekomunikasi Thailand dan pelonggaran persaingan, mendorong peningkatan bobot indeks MSCI . Investor seperti Janus Henderson Group Plc. mengincar dividen sektor ini.
"Dana kami condong mengarah ke Thailand, di mana kami menyukai bagian-bagian dari pasar telekomunikasi. Termasuk saham pendukung infrastruktur telekomunikasi dan perusahaan telekomunikasi itu sendiri," kata Andrew Gillan, kepala ekuitas Asia-Jepang di Janus Henderson Investors, Singapura, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (11/9).
Sementara itu, pertumbuhan pendapatan layanan data Asia Tenggara melambat menjadi kurang dari 15%. "Pendapatan dari layanan data merupakan komponen kunci karena mencakup sekitar 65-70% total pendapatan untuk banyak operator," tulis analis DBS. Mittal dan Toh menambahkan, penuruan tersebut "hampir mengimbangi" penurunan pendapatan dari layanan suara dan pesan teks.
Namun DBS mengaku masih menyukai saham sektor telekomunikasi di Indonesia, yang menurut mereka, "satu-satunya pasar, di mana pendapatan data masih tumbuh 25-30% per tahun."
Mereka mencatat pendapatan data PT XL AxiataTbk () mencapai 87% dari total pendapatan. Mereka juga menyukai PT Sarana Menara Nusantara Tbk () dengan perkiraan diskon 40% dibanding pesaingnya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (). (Bloomberg)

Sumber : Admin
3,410
-1.7 %
-60 %

4,399

BidLot

854

OffLot