Risk-on Masih Menyala, Pilih ETF Konstituen Perbankan, Properti, dan Konstruksi
Wednesday, November 25, 2020       10:38 WIB

Ipotnews - Aliran modal asing diyakini terus berlanjut hari ini, Rabu (25/11), seiring sentimen risk-on ke emerging market masih menyala, termasuk ke Indonesia. Merespons itu, investor masih disarankan memilih ETF dengan bobot besar (overweight) di saham perbankan, juga ETF dengan konstituen saham properti dan konstruksi bisa jadi alternatif.
"Kami melihat potensi penguatan di IHSG cenderung dapat berlanjut. Kami masih merekomendasikan ETF yang memiliki posisi overweight di sektor perbankan. Risk-on sentimen ke emerging market terutama Indonesia menjadi sentimen hari ini. Inflow asing diprediksi berlanjut dengan ekspektasi pemulihan ekonomi secara Global juga Asia. Beberapa pilihan ETF yang memiliki posisi overweight di sektor perbankan yaitu , /XIID, , , dan . Sektor properti dan konstruksi yang juga lagging cenderung menjadi pilihan investor. Dua nama ETF yang memiliki konstituen di sektor ini yang dapat menjadi pilihan yaitu , dan ," papar ETF Desk Indo Premier Sekuritas dalam catatannya ke investor pagi ini.
Bursa Wall Street ditutup menguat dipicu sentimen positif dari perkembangan Vaksin Covid-19 dan meredanya ketidakpastian politik setelah Presiden Donald Trump membuka pintu transisi Pemerintahan untuk Joe Biden. DJI tercatat ditutup di 30,046, rekor tertinggi menunjukkan ekspektasi terhadap pemulihan ekonomi yang tinggi. Bursa Asia juga pagi ini dibuka menguat dengan sentimen global.
"Domestik, kami melihat menguatnya indeks global, optimisme terhadap vaksin covid juga pemulihan ekonomi terutama di emerging market dapat kembali menjadi sentimen inflow asing di IHSG . Kami melihat sentimen risk-on masih berlanjut ke Indonesia, pemulihan ekonomi menjadi kunci didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter berupa hadirnya UU Cipta Kerja dan kebijakan suku bunga rendah yang dapat menjadi stimulus pergerakan ekonomi."
State Budget: Pengeluaran Pemerintah di October meningkat 13.6% yoy, peningkatan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan di September di +15.5% yoy. Hal ini terjadi akibat kontraksi di pengeluaran subsidi dan belanja modal. Dari kecepatan pengeluaran tersebut kita melihat bahwa defisit fiskal akan berada di 6.04% GDP (lebih rendah dibandingkan inisiasi awal di 6.34% GDP). Selengkapnya di : https://r.ipot.id/?g=r/w/3c9svc
: Hasil diskusi kami bersama manajemen menunjukkan bahwa restrukturisasi yang dilakukan akibat Covid-19 berada di Rp192tn di Oct20. Angka ini menurun dari Rp194tn di Sep20 setelah ada pemulihan di segmen UMKM . Sektor ini diprediksi pulih lebih cepat dan tercatat mencakup 95% dari total restrukturisasi. Selengkapnya di : https://r.ipot.id/?g=r/s/3c9svd
: October, penjualan alat berat di 154 unit (+4% mom; -7% yoy). Menjadikan total sebanyak 1,345 unit (-51% yoy) ini mencapai 96% dari target manajemen. Detail selengkapnya di: https://r.ipot.id/?g=r/s/3c9sve
: Mendapatkan kredit sebesar Rp 1.5tr dari Bank PT HSBC Indonesia, dengan tenor 36 bulan. Kredit tersebut akan digunakan untuk modal kerja.
: Catat kontrak baru sebesar Rp18tn, 84,51% dari total target FY20 yaitu Rp21,3tn. Saat ini juga masih mengikuti beberapa tender dengan nilai kontrak sekitar Rp10tn.
Covid-19 Update: Indonesia, Positif: 506,302 Kasus; Sembuh: 425,313 Kasus; Meninggal: 16,111 Kasus.*Data per 24/11/20

Sumber : admin
2,200
-6.8 %
-160 %

0

BidLot

51,271

OffLot