Saham GOTO Berpeluang Masuk FTSE, Kok Bisa? Ini Penjelasannya
Wednesday, January 25, 2023       19:09 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Papan pencatatan Ekonomi Baru atau New Economy di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mendapat pengakuan dari perusahaan pembuat indeks FTSE . Hal ini berarti konstituen indeks New Economy berpotensi masuk menjadi penghuni indeks global.
Salah satu emiten penghuni papan New Economy yang berpotensi dan diuntungkan masuk adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (), induk Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial (GTF).
Seperti diketahui, saat ini menjadi emiten teknologi dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.Hingga perdagangan sesi II berakhir, Rabu (25/1/2022), nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 138,6 triliun dan masuk dalam kelompok 10 big caps (emiten dengan market cap di atas Rp 100 triliun).
Selain menjadi emiten teknologi dengan market cap terbesar di BEI, mengacu data resmi, juga memiliki ekosistem digital paling lengkap dengan nilai transaksi bruto (Gross Transaction Value/GTV) menembus Rp 451,47 triliun per 9 bulan di September 2022, atau lebih dari 2% PDB Indonesia.
Menanggapi hal ini, Analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi menilai memang memiliki peluang besar masuk ke indeks global.
"Untuk masuk indeks global memang ada persyaratannya. Beberapa di antaranya adalah free float saham dan likuiditas transaksi" ujar Aqil dalam keterangan tertulis, Rabu (25/1/2022).
Aqil menjelaskan, 10 saham dengan bobot terbesar di indeks FTSE Indonesia rata-rata memiliki kisaran free float (saham beredar) 31,5% hingga 49,9%. Rata-rata volume transaksi perdagangan sahamnya juga berkisar di 0,07% hingga 0,69% dari free float .
"Kalau melihat tren volume transaksi sepanjang tahun ini yang terus meningkat dan pasca lock up  free float saham melonjak tajam, ini bisa menjadi salah satu pendorong bisa masuk ke dalam index tersebut" tambahnya.
Lebih lanjut, Aqil menerangkan bahwa saham-saham yang masuk menjadi konstituen indeks global memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan pertama adanya fund flow yang dapat menjadi katalis positif untuk harga saham.
Kemudian, keuntungan lain emiten yang masuk ke dalam indeks global yakni lebih mudah melakukan aksi korporasi dengan eksposur investor yang beragam dengan jangkauan lebih luas. Apabila skenario ini berjalan, tahun 2023 akan menjadi titik balik pergerakan harga saham yang tahun lalu telah tertekan hebat.
Secara year to date , hingga sesi I perdagangan hari ini berakhir, harga saham telah naik 28,57% dan kembali merebut status masuk ke dalam jajaran top-10 big cap di Tanah Air.
Uptrend saham masih berpeluang lanjut apabila harga mampu bertahan di atas level support di Rp 112/saham. Kalau mampu bertahan di atas support , maka saham berpotensi menguji level resisten terdekat di Rp 136" pungkas Aqil.

Sumber : cnbcindonesia.com

berita terbaru