Sambut Positif Pasar Domestik, ETF Berbasis Indeks, ESG, dan Pengelolaan Aktif Jadi Pilihan Terbaik
Thursday, April 08, 2021       10:06 WIB

Ipotnews - Menyambut peluang berlanjutnya pasar saham domestik, sejumlah ETF di kategori broadbased, berwawasan ESG, dan pengelolaan aktif masih jadi pilihan terbaik untuk perdagangan hari ini, Kamis (8/4).
"Kami prediksi IHSG akan berpeluang bergerak di zona hijau dengan sentimen global. kami masih merekomendasikan ETF broadbased yang berbasis IDX30 dan LQ45 seperti /XIID, R-LQ45X, untuk meminimalisir volatilitas pasar. Kami juga melihat wawasan ESG(Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) akan menjadi pilihan investor global secara umum, dan ini positif untuk dan . Kami juga masih melihat ETF yang dikelola secara aktif seperti , dan sebagai pilihan dan bagian dari strategi core dan satellite ETF," papar ETF Desk Indo Premier dalam catatannya pagi ini.
Sebelumnya, bursa Wall Street mayoritas ditutup menguat kemarin setelah hasil rapat The Fed menegaskan rencana moneter terbesar di Amerika dan berencana melanjutkan kebijakan yang akomodatif guna pemulihan ekonomi. Kebijakan fiskal dan proses vaksinasi masih menjadi perhatian utama investor di Wall Street. Sementara dari komoditas, harga relatif flat cenderung melemah namun anomali terjadi di CPO yang tercatat +1.69%.
"Bursa Asia dibuka bervariasi pagi ini. Domestik, walaupun kemarin tercatat asing kembali outflow sebesar Rp570bn, kami prediksi IHSG dapat berlanjut menguat di hari ini dengan beberapa sentimen utama salah satunya progres vaksinasi dan tingkat keterisian Wisma Atlet Jakarta yang semakin menurun di angka terakhir di 25%."
Electricity: Kementerian ESDM kaji rencana penyesuaian tarif listrik dan mengusulkan naik setelah kenaikan terakhir di 2017. Belum ada detail mengenai kenaikan tarif listrik tersebut.
Index: BEI berencana meluncurkan indeks saham 17 BUMN Syariah (IDX MES BUMN 17). Dimana ini terdiri dari 17 saham BUMN yang diseleksi dari sisi kapitalisasi pasar, likuiditas, kewajaran transaksi dan kinerja fundamental.
: Kami estimasi efek lebaran di FY21F akan tetap berada 50% di bawah level sebelum Covid. Hal ini terjadi karena daya beli yang masih lemah di segmen golongan pembeli kelas C & D. Secara nilai, kami prediksi penjualan di 1Q21 berada di Rp750-700bn. Maintain Hold.
: Siapkan capex Rp2.8tn dimana mayoritas dana dari kas internal dan digunakan untuk proyek hilir seperti Pabrik Feronikel di Halmahera Timur. juga bagi dividen sebesar Rp402bn, payout ratio 35% dan yield di 1.29%, Rp16.75/saham.

Sumber : admin
2,390
3.0 %
70 %

35,395

BidLot

44,839

OffLot