Selera Risiko "Rebound" Jelang Pertemuan Kebijakan ECB, Yen Tertekan
Wednesday, September 11, 2019       15:35 WIB

Ipotnews - Yen merosot, Rabu, seiring memudarnya pergerakan menuju aset  safe haven  selama musim panas karena peningkatan selera risiko ( risk appetite ), sementara laju euro tertahan sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa, Kamis.
Yen melejit menuju level tertinggi 2019, Agustus lalu, karena investor mengkhawatirkan prospek resesi global, demikian laporan  Reuters , di London, Rabu (11/9).
Pedagang valas sering membeli yen saat terjadi ketidakpastian karena surplus neraca berjalan Jepang yang besar dan mereka meyakini investor Jepang akan membawa pulang dana mereka ketika pasar internasional jatuh.
Tetapi dengan pasar saham yang lebih luas mulai pulih kembali didorong harapan meredanya ketegangan AS-China dan menyusutnya risiko dari Brexit tanpa kesepakatan sebelum pertemuan sejumlah bank sentral utama, yen kini melemah.
"Pelemahan yen meningkat tadi malam oleh spekulasi China akan menerapkan langkah lebih lanjut untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekonomi dari perang perdagangan dengan AS," kata analis MUFG dalam sebuah catatan.
Terakhir, yen tercatat turun 0,2% menjadi 107,73 yen per dolar, jauh dari level 105 yang dicapai akhir Agustus.
Selera risiko yang lebih luas juga mendorong apresiasi dolar Australia dan Selandia Baru, yang masing-masing naik 0,1%.
Yuan sempat melonjak setelah editor surat kabar Partai Komunis,  The Global Times , mencuit bahwa China akan memperkenalkan langkah-langkah untuk mengurangi dampak perang perdagangan.
Yuan di pasar  offshore  kemudian mengurangi kenaikan tersebut dan terakhir turun 0,1% menjadi 7,1136 yuan per dolar.
Indeks dolar, ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, bergerak 0,1% lebih tinggi menjadi 98,414.
Di tempat lain, fokus investor saat ini terpusat pada pertemuan ECB, Kamis. Ekspektasi bahwa pembuat kebijakan akan mendorong suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif telah membebani euro, yang telah merosot 3% sejak Juni. Mata uang tunggal itu sedikit berubah menjadi USD1,1044.
Keputusan ECB kemungkinan akan mengatur nada untuk keputusan penetapan suku bunga oleh Federal Reserve dan Bank of Japan, minggu depan, dan untuk selera risiko global yang lebih luas.
Sterling melemah ke posisi USD1,2349, tetapi mendekati level tertinggi enam minggu USD1,2385 yang dicapai awal pekan ini. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, Jan 28, 2020 - 11:18 WIB
BPS Rombak Metodologi Pengukuran Inflasi Dan NTP
Tuesday, Jan 28, 2020 - 11:16 WIB
Target Price LPKR
Tuesday, Jan 28, 2020 - 11:16 WIB
Target Price PWON
Tuesday, Jan 28, 2020 - 10:02 WIB
Chandra Asri Tawarkan Obligasi Rp 750 Miliar