Sentimen Terkatrol Harapan Permintaan China, Tembaga Teruskan Kenaikan
Friday, October 16, 2020       14:57 WIB

Ipotnews - Harga tembaga naik, Jumat, karena harapan akan permintaan yang kuat di konsumen logam terbesar, China, serta risiko gangguan pasokan melampaui kekhawatiran bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Eropa bisa melemahkan momentum pemulihan ekonomi global.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,3% menjadi USD6.769 per ton pada pukul 14.03 WIB, memperpanjang penguatan untuk sesi ketiga, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Jumat (16/10).
Kontrak tembaga November yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange ditutup 0,5% lebih tinggi menjadi 51.470 yuan (USD7.660,82) per ton.
Logam dasar lainnya di kompleks LME juga mencatatkan kenaikan.
"Logam industri tampaknya akan bersinar meski ekonomi suram," kata analis ANZ dalam sebuah catatan. "Sederet langkah fiskal China cukup memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk sektor ini (kendati) masalah sisi penawaran memperketat keseimbangan pasar."
ANZ menambahkan tembaga mendapatkan banyak keuntungan dari gangguan tambang terkait pandemi di Cile dan Peru.
"Walau kebangkitan kasus (virus korona) masih merupakan risiko bagi pasokan, muncul kembali risiko aksi mogok tenaga kerja di Cile, yang akan menjadi pukulan bagi pemulihan pasokan," kata ANZ lagi.
Perusahaan tambang tembaga Cile, Codelco, mengatakan sedang berproduksi dengan kapasitas penuh dan berupaya memenuhi target output tahun 2020.
Aurubis, smelter tembaga terbesar di Eropa, akan menawarkan premi tembaga 2021 yang tidak berubah kepada pelanggannya sebesar USD96 per ton di atas harga LME.
Nickel Mines Ltd akan membeli 70% saham PT Angel Nickel Industry Indonesia senilai USD490 juta dalam kesepakatan yang akan menggandakan produksi nikelnya dalam dua tahun.
Di London, nikel naik 0,9% menjadi USD15.555 per ton, aluminium menguat 0,3% menjadi USD1.858 per ton, dan seng meningkat 0,3% menjadi USD2.433,50 per ton.
Di Shanghai, nikel melonjak 1,3%, aluminium bertambah 0,3%, tetapi seng tergelincir 0,5%. Timbal dan timah sama-sama melemah 0,1%. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:39 WIB
Target Price BBCA
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:39 WIB
Target Price BBNI
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:38 WIB
Target Price BBRI
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:38 WIB
Target Price BBTN
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:37 WIB
Target Price BMRI
Thursday, Oct 22, 2020 - 09:51 WIB
Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis Hari Ini