Seri iPhone 11 terbaru meluncur, Trikomsel (TRIO) awasi pasar gadget
Friday, September 13, 2019       19:45 WIB

JAKARTA. PT Trikomsel Oke Tbk () masih memantau pasar gadget pasca iPhone melepaskan seri terbarunya, yakni seri iPhone 11 pada Selasa (10/9) lalu.
Selasa lalu, Apple resmi meluncurkan beberapa produk anyarnya. Tiga di antaranya yang populer dibahas adalah iPhone 11 reguler, iPhone 11 Pro Max, dan iPhone 11 Pro. Ketiga produk tersebut dibanderol di kisaran Rp 14 juta sampai Rp 15,4 juta.
Sekretaris TrikomselOke, Mely memaparkan, jika perusahaan induknya, PT Global Teleshop () telah berhenti mendistribusikan produk Apple sejak 2018 lalu karena penjualannya secara ritel dinilai kurang menarik saat itu.
"Karena saat ini Apple baru mengeluarkan gadget terbarunya jadi belum ada di pasaran secara bebas, kami lihat dulu bagaimana posisinya di market saat ini. Jika animo masyarakat menarik dan kami bisa dapat  offering  yang menarik, tak menutup kemungkinan kami lakukan penjualan juga, mengingat kami toko retail," jelasnya kepada Kontan, Jumat (13/9).
Mely melanjutkan, pasca menutup beberapa gerai atas alasan efisiensi, pihaknya masih menggodok diskusi seputar pencarian investor bagi . Saat ini membawahi kurang dari 100 toko dari 103 toko pada Juni 2019 lalu.
Pada paparan publik Juli lalu, memaparkan ingin menambah pendanaan modal kerja melalui skema pasar modal, private placement.
Direktur , Jason Aleksander Kardachi berkata dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha. Paling lambat rencana tersebut dijalankan tahun ini.
Sementara Mely menjelaskan, sampai hari ini proses penggodokan masih terus berjalan. Pihaknya sendiri masih menunggu konfirmasi dan hasil final dari target dana yang akan dikejar serta investor yang akan digandeng.
"Dari laparan publik lalu, belum ada perkembangan lebih lanjut. Manajemen masih terus berdiskusi. Kami sendiri memang ditargetkan untuk mencari pendanaan, namun jumlahnya sendiri masih ditentukan dan dibicarakan, belum bisa dikabarkan," katanya.
Sebagai informasi, selain mendanai modal kerja, pendanaan ini juga berguna untuk merestrukturisasi utang perusahaan yang mencapai Rp 3 triliun.

Sumber : KONTAN.CO.ID
446
2.8 %
12 %

50

BidLot

10

OffLot