Sinyal Ekonomi Positif di 2019, Investor Disarankan Tambah Investasi di Pasar Saham
Friday, January 11, 2019       18:11 WIB

Lembaga Morgan Stanley menyebutkan, pasar saham Indonesia memasuki periode bullish pada 2019. Alasannya, dalam tiga bulan terakhir kinerja indeks MSCI Indonesia menunjukkan kinerja yang lebih unggul ketimbang Asia di luar Jepang dan emerging market, sampai dengan 20%.
Dengan kondisi tersebut, valuasi Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mengalami perkembangan dari posisi terendahnya sebesar 13,2 kali pada 18 Oktober 2018, menjadi 14,5 kali pada saat ini. Sepanjang tahun ini diperkirakan indeks akan bisa menguat sampai dengan 9%.
Ada lima alasan untuk tetap optimis dengan pasar saham dalam negeri. Pertama, stimulus pemilu yang akan berlangsung tahun ini dinilai akan meningkatkan konsumsi.
Alasan kedua, koreksi harga minyak yang terjadi sejak September lalu yang mencapai 36 persen, sehingga akan mengurangi tekanan defisit transaksi berjalan Indonesia. Ketiga, harga minyak yang lebih rendah juga akan menurunkan potensi kenaikan harga bahan bakar paska pemilu nanti, dan akan berdampak pada konsumsi yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.
Faktor selanjutnya, dalam 12 bulan ke depan pendapatan sejumlah emiten diperkirakan akan tumbuh dua digit. Terakhir, pertumbuhan pinjaman pada tahun ini yang mulai bergeser dari sektor publik ke sektor swasta. Diharapkan imbal hasil investasi dan ekspansi yang dilakukan oleh sektor swasta juga akan terlihat paska pemilu.
Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk () Lanjar Nafi mengatakan, selaras dengan riset Morgan Stanley, kondisi dalam negeri memang lebih baik. Kebijakan pemerintah untuk berupaya mengurangi porsi investor asing pada surat hutang negara atau obligasi ritel Indonesia, juga positif.
"Upaya ini guna mengurangi ketergantungan terhadap investor asing dan dampak dari penarikan dana asing yang mempengaruhi secara signifikan pada defisit angaran," ujar Lanjar.
Menurut Lanjar, investor asing telah mengurangi obligasi dan mereka mulai terlihat masuk pada aset yang lebih beresiko, seperti saham. Aksi beli investor asing terus terlihat sejak awal tahun ini.
Di sisi lain, kondisi ekonomi indonesia cukup baik. Inflasi terkendali di angka 3,5%. Menurut survei untuk tahun 2019, meskipun suku bunga mengalami tren positif, pertumbuhan kredit masih double digit di atas 10%. PDB kuat di atas 5%. Cadangan devisa juga terus meningkat, dan terakhir mencapai angka tertinggi sejak 7 bulan terakhir.
"Oleh karena itu fund manager internasional tidak ragu menyebut Indonesia layak jadi tempat investasi di tahun ini," tegas Lanjar.
Tahun ini, tren dan prospek investasi akan positif meskipun masuk tahun pemilu. Jika melihat data historis 3 kali pemilu ke belakang, IHSG terus mencatatkan return yang cukup tinggi. Secara akumulasi tahunan pada pemilu 2004 IHSG mampu naik 32.85%, pada pemilu 2009 IHSG mengalami kenaikan sebesar 90.17%, sedangkan pemilu 2014 naik 18.29%.
"Jadi, investor tak perlu takut. Kondisi dalam negeri sendiri secara ekonomi cukup positif. Yang perlu dikhawatirkan investor lebih ke sentimen global," ucapnya.
Sedangkan saham-saham yang masih layak dicermati dan layak dikoleksi, antara lain; saham-saham konstruksi, pertanian dan konsumer yang layak untuk dicermati pada awal tahun ini.
Investor juga dapat melakukan kilas balik 3 tahun ke belakang untuk saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar. Mengingat sebentar lagi akan masuk musim dividen, beberapa saham memiliki pola yang berulang. Yakni, mulai mengalami kenaikan pada sekitar November hingga akhir tahun sebelumnnya, sampai kurang lebih di bulan Februari dan Maret saat pembagian dividen.
Nah, momentum ini dapat dimanfaatkan oleh investor yang menyukai saham-saham berfundamental kuat untuk mendapatkan capital gain yang relatif signifikan. Sebut saja saham-saham seperti , , , yang mempunyai pola yang berulang setiap tahunnya.
Tentu saja, sebelum berburu saham, tetap perhatikan juga sisi kinerjanya. Juga perhitungkan analisa teknikal dan fundamental. Jangan lupa juga untuk mencermati outlook dan sentimen yang akan mempengaruhi di sepanjang tahun 2019. (*)

Sumber : PT Reliance Sekuritas Indonesia, Tbk (RELI)
13,725
3.0 %
400 %

4

BidLot

649

OffLot