Strategi Investasi Reksa Dana Smart Beta ETF untuk Pemodal Ritel
Tuesday, January 22, 2019       19:40 WIB

Reksa Dana Smart Beta ETF merupakan produk Reksa Dana terbaru yang ditawarkan kepada Pemodal. Seperti umumnya produk investasi keuangan, pihak yang pertama-tama mengadopsi Reksa Dana Smart Beta ETF adalah pemodal institusi.
Pemodal institusi yang dananya besar sekali mungkin tidak berinvestasi melalui skema Reksa Dana, tetapi produk investasinya tetap sama yaitu Smart Beta. Setelah pemodal institusi mengadopsi produk ini barulah pemodal ritel mulai 'coba-coba' membeli produk Reksa Dana Smart Beta ETF ini.
Seperti halnya produk investasi keuangan mana pun, pemodal ritel diharapkan memahami produk Reksa Dana Smart Beta ETF ini sebelum mulai berinvestasi di dalamnya. Untuk itu pemodal ritel diharapkan untuk memahami mengapa (Manajer Investasi) Reksa Dana sekarang beralih dari memburu Alfa ke memburu Beta (suatu perubahan dalam skala prioritas pemodal ritel).
Kemudian, pemodal ritel perlu memahami latar belakang riset yang dilakukan Manajer Investasi sehingga mereka memutuskan untuk menerbitkan Reksa Dana dengan 'beta' atau 'faktor-faktor' tertentu yang dipilihnya. Selanjutnya, pemodal ritel (terutama yang belum mengerti) sebaiknya memahami struktur Reksa Dana Smart Beta itu sendiri.
Dari memburu Alfa ke Memburu Beta
Daripada berusaha mencari Reksa Dana yang dikelola secara aktif dan mengalahkan pasar (Reksa Dana atau Manajer Investasi yang memiliki Alfa yang besar), pemodal sekarang dapat menargetkan imbal hasil portofolio yang besar dengan cara berinvestasi secara pasif (Beta) pada area-area dari pasar yang secara historical menghasilkan 'premium' untuk berinvestasi.
Memahami Latar Belakang Riset Manajer Investasi
Jika tujuan dari suatu Reksa Dana Smart Beta ETF adalah untuk memberikan imbal hasil dari suatu area tertentu dari pasar, maka penting sekali untuk memahami apa yang hendak dicapai oleh Reksa Dana ini, dan bagaimana Reksa Dana ini dirancang untuk mencapainya.
Sebagai pemodal ritel, Anda diharapkan untuk memahami riset yang mendukung setiap 'faktor' yang ditargetkan, dan pastikan bahwa Anda benar-benar paham atas setiap istilah yang dipakai oleh Manajer Investasi dalam prospektus.
Kemantapan riset di belakang setiap 'faktor' yang menjadi target dari Reksa Dana Smart Beta ini berbeda-beda; beberapa telah dipelajari dengan teliti selama beberapa decade, sementara 'faktor-faktor' yang lain masih relatife baru.
Memahami Struktur Reksa Dana Smart Beta ETF
Berbeda dengan Reksa Dana indeks tradisional dan ETF yang secara pasif memegang semua saham secara proporsional dengan bobotnya berdasarkan kapitalisasi pasar, Reksa Dana Smart Beta ETF mengubah skema pembobotannya untuk menargetkan suatu 'faktor' tertentu.
Meskipun Reksa Dana Smart Beta ETF masih menggunakan pendekatan yang pasif, berdasarkan suatu aturan yang ketat, Reksa Dana ini menggunakan 'saringan' tertentu berdasarkan karakteristik fundamental atau teknikal, atau akan memberi bobot lebih besar pada perusahaan-perusahaan tertentu untuk menargetkan ekspektasi imbal hasil yang lebih tinggi yang diasosiasikan dengan suatu 'faktor' tertentu.
Adalah penting untuk mengerti tentang 'faktor' atau 'beta' yang ditargetkan, dan aturan investasi yang diterapkan Reksa Dana Smart Beta ETF untuk menghasilkan imbal hasil dari suatu kelas aset, sehingga Pemodal ritel dapat mengembangkan sendiri ekspektasi yang pantas untuk investasinya dan mengerti bagaimana hal itu bekerja dalam portofolio keseluruhan.
Karena Reksa Dana-Reksa Dana Smart Beta ETF menargetkan area pasar yang berbeda-beda, imbal hasil Reksa Dana-Reksa Dana ini dapat berbeda jauh dibandingkan dengan tolok ukur pasar yang umum dipakai, seperti misalnya IHSG atau LQ45.
Melakukan Diversifikasi
Pada waktu menggunakan Reksa Dana Smart Beta ETF untuk membentuk suatu portofolio investasi, penting sekali untuk melakukan diversifikasi atas bermacam kelas aset dan juga dalam kelas aset yang sama. Diversifikasi antara bermacam kelas aset (atau bermacam 'faktor') penting dilakukan karena hal ini dapat mencegah kinerja yang buruk dari suatu ' single factor ' yang membuat kinerja seluruh portofolio investasi melenceng dari sasaran.
Juga penting sekali untuk memastikan bahwa semua Reksa Dana Smart Beta ETF yang dimiliki juga terdiversifikasi dalam kelas aset masing-masing. Imbal hasil yang dikaitkan dengan suatu 'faktor' atau 'Beta' cenderung digerakkan oleh sekelompok perusahaan dengan kinerja yang kuat, tetapi tidak ada cara apa pun untuk mengetahui terlebih dahulu apa atau siapa yang akan menunjukkan kinerja terbaik.
Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Anda memiliki perusahaan-perusahaan yang menggerakkan imbal hasil suatu kelas aset adalah melakukan diversfikasi dalam kelas aset tersebut.
Mempertahankan Biaya Investasi Tetap Rendah
Dengan Reksa Dana Smart Beta ETF, sebagaimana semua investasi keuangan lainnya, adalah penting untuk selalu memperhatikan biaya-biaya yang terkait dengan Reksa Dana itu. Sebagai Pemodal, Anda akan memperoleh hasil investasi dipotong biaya-biaya yang terjadi.
Dengan berinvestasi pada Reksa Dana Smart Beta ETF, biaya-biaya yang terjadi terutama adalah biaya pengelolaan Reksa Dana (biaya Manajer Investasi dan biaya Bank Kustodian) dan biaya perputaran dana ( turn over ), yaitu berapa banyak penjualan dan pembelian yang dilakukan portofolio.
Baik biaya pengelolaan dana maupun biaya perputaran dana ( turn over ) merupakan penghambat ( drag ) kinerja Reksa Dana, dan semua biaya tambahan lainnya (kalau ada) yang muncul akibat melaksanakan strategi Smart Beta merupakan tambahan hambatan ( hurdle rate ) yang harus diatasi pada waktu menghitung imbal hasil yang dapat diberikan oleh suatu 'faktor'.
Sayangnya semua biaya-biaya yang disebut di atas ada di luar control pemodal Reksa Dana Smart Beta ETF. Yang dapat dilakukan oleh pemodal ritel di sini adalah tidak melakukan jual atau beli Unit Penyertaan (keluar dan masuk) Reksa Dana untuk alasan yang tidak kuat.
Selalu Ingat Akan Tujuan Investasi
Tujuan investasi seorang pemodal adalah supaya investasinya terus bertumbuh dan pada akhirnya mencapai tujuannya (keuangan). Keputusan yang Anda buat pada waktu membentuk portofolio harus mencerminkan tujuan dari rencana keuanganmu.
Suatu rencana keuangan yang dipikirkan dengan baik akan menjamin bahwa investasi yang dilakukan akan menempatkanmu pada jalan menuju kesuksesan finansial, dan menjagamu dari semata-mata mengejar imbal hasil dari kelas aset yang tidak akan memiliki pengaruh terhadap kemampuan portofolio untuk mencapai tujuan investasi.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPOT

berita terbaru
Thursday, Aug 22, 2019 - 17:19 WIB
Evening Update 2019/08/22
Thursday, Aug 22, 2019 - 17:17 WIB
Pelonggaran Moneter BI Belum Sanggup Dongkrak IHSG
Thursday, Aug 22, 2019 - 17:14 WIB
Financial Statements 2Q 2019 of RELI
Thursday, Aug 22, 2019 - 17:10 WIB
Financial Statements 2Q 2019 of KBRI
Thursday, Aug 22, 2019 - 17:07 WIB
Financial Statements 2Q 2019 of BSWD
Thursday, Aug 22, 2019 - 17:03 WIB
Financial Statements 2Q 2019 of DEAL
Thursday, Aug 22, 2019 - 16:56 WIB
Pejabat BTN Ramai-ramai Borong Saham