Tembaga London Menguat, Terkatrol Program Infrastruktur AS dan Depresiasi Dolar
Thursday, April 08, 2021       15:26 WIB

Ipotnews - Harga tembaga di London menguat, Kamis, karena melemahnya dolar dan harapan kenaikan permintaan logam dari proposal infrastruktur senilai USD2 triliun di Amerika Serikat.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,7% menjadi USD8.978 per ton pada pukul 13.40 WIB, karena dolar melayang di dekat level terendah lebih dari dua minggu, membuat logam yang dibanderol dalam  greenback  itu lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya, demikian laporan  Reuters,  di Hanoi, Kamis (8/4).
Presiden Joe Biden diperkirakan bertemu dengan anggota parlemen untuk membahas program infrastruktur yang diusulkannya, yang diprediksi dapat memberikan dorongan permintaan logam industri, dalam beberapa pekan mendatang.
Sementara itu, kontrak tembaga Mei yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange turun 0,4% menjadi 66.860 yuan (USD10.212,47) per ton, setelah melemah jadi 66.310 yuan per ton, level terendah sejak 2 April, di awal sesi.
Premi tembaga Yangshan turun menjadi $ 54 per ton, tingkat terendah sejak 27 November, menunjukkan melemahnya permintaan logam impor dari konsumen terbesar China.
Persediaan tembaga di gudang yang disetujui oleh LME melonjak jadi 150.325 ton, level tertinggi sejak 26 November, sementara stok ShFE bertahan di 188.359 ton, tingkat tertinggi sejak 18 September.
Sentimen juga diredam oleh tanda-tanda pemerintah China ingin menekan gelembung aset, kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
"Namun demikian, setiap pelemahan di China dapat mengurangi pertumbuhan yang kuat di Amerika Serikat," kata analis ANZ, menambahkan bahwa rencana infrastruktur tersebut bakal mendorong permintaan logam industri, seperti tembaga.
Logam dasar lainnya di kompleks LME, aluminium naik 0,2% menjadi USD2.265 per ton, seng turun 0,1% menjadi USD2.830 per ton dan timbal merosot 1% menjadi USD1.973 per ton.
Nikel ShFE naik 0,7% menjadi 126.480 yuan per ton dan timah turun 0,9% menjadi 183.220 yuan per ton, sementara seng meningkat 0,3% menjadi 21.915 yuan per ton. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, May 08, 2021 - 12:35 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of SSMS
Saturday, May 08, 2021 - 12:28 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of BBMD
Saturday, May 08, 2021 - 12:23 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of JECC
Saturday, May 08, 2021 - 12:08 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of BSIM
Saturday, May 08, 2021 - 11:43 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of MGRO
Saturday, May 08, 2021 - 11:40 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of RANC
Saturday, May 08, 2021 - 11:37 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of INAF
Saturday, May 08, 2021 - 11:27 WIB
Financial Statements Full Year 2020 of CITY
Saturday, May 08, 2021 - 11:23 WIB
Financial Statements Full Year 2020 of BLUE
Saturday, May 08, 2021 - 11:03 WIB
Financial Statements Full Year 2020 of IIKP