Terbebani Apresiasi Dolar, Emas Merosot Tiga Sesi Beruntun
Wednesday, September 23, 2020       13:16 WIB

Ipotnews - Harga emas melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, Rabu siang, karena dolar naik mendekati level tertinggi dua bulan, meski ketidakpastian seputar pemulihan ekonomi global membatasi kejatuhan logam kuning itu.
Harga emas di pasar spot turun 0,83% menjadi USD1.884,36 per ounce pada pukul 13.02 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (23/9). Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,96% menjadi USD1.889,30 per ounce.
"Kita melihat lingkungan  risk-off  masih bertahan, yang berarti dolar bakal terus menguat dan ada banyak tekanan pada harga emas dalam jangka pendek," kata Howie Lee, ekonom OCBC Bank.
Tetapi, "dalam jangka panjang, secara fundamental kami masih melihat daya tarik emas," papar Lee.
Indeks Dolar (Indeks DXY), sering dilihat sebagai  safe-haven  pesaing, menembus level tertinggi delapan pekan dibantu data ekonomi AS yang positif serta kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi virus korona di Eropa dan Inggris.
Apresiasi dolar membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Investor juga mencermati sinyal variatif dari Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans, Selasa, yang mengatakan ekonomi AS berisiko terhadap pemulihan yang lebih lama, lebih lambat, dan "dinamika resesi" jika Kongres gagal meloloskan paket stimulus fiskal tambahan.
Sangat mungkin bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebelum inflasi mulai mencapai rata-rata 2%, Evans menambahkan.
Sementara itu, penyusun kebijakan ekonomi AS membuka pintu untuk bantuan lebih lanjut bagi UKM yang terpukul virus korona tetapi tidak memberikan jalan yang cepat.
"Pencetakan uang yang kita lihat di barat akan mendukung harga emas," kata CEO Perth Mint, Richard Hayes.
Melonjaknya beban kasus virus korona dan kemungkinan ditemukan atau tidaknya vaksin akan menjadi fundamental bagi emas dalam jangka pendek hingga menengah, papar dia.
Di radar investor, juga ketegangan AS-China yang terbaru, dengan Presiden Donald Trump mengatakan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa China harus bertanggung jawab atas wabah Covid-19.
Logam lainnya, perak merosot 1,5% menjadi USD24,05 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi USD869,91 per ounce dan paladium melemah 0,3% menjadi USD2.215,24 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA