The Fed Diduga Naikkan Suku Bunga Acuan Januari 2022, Rupiah Ditutup Melemah
Tuesday, January 25, 2022       16:32 WIB

Ipotnews - Kurs rupiah melemah terhadap dolar AS dalam penutupan sore ini. Pasarmenduga Federal Reserve (The Fed) akanmenaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.
Mengutip data Bloomberg, Selasa (25/1) pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup pada level Rp14.350 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan 15 poin atau 0,10% apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Senin sore kemarin (24/1) di level Rp14.335 per dolar AS.
Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk (), Reny Eka Putri mengatakan rupiah melemah karena tekanan eksternal, akibat mulai munculnya perkiraan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada Januari 2022. "Pasar mewaspadai itu menjelang hasil rapat The Fed Kamis besok," kata Reny saat dihubungi Ipotnews, Selasa sore.
Semula pelaku pasar meyakini kenaikan baru akan terjadi pada Maret 2022. "Tetapi karena tren inflasi AS yang terus meninggi, pelaku pasar mulai, pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan Fed Rate bulan ini," ujar Reny.
Pelaku pasar masih menunggu pertemuan The dan mencermati dampak ketegangan geopolitik di Ukraina. The Fed akan memulai pertemuan dalam FOMC selama dua hari 25-26 Januari 2022. Agenda ini dapat memberi petunjuk tentang waktu dan seberapa cepat bank sentral AS tersebut akan mengerek suku bunga.
Faktor kedua, pasar mencemaskan pengerahan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina. Namun, ketegangan meningkat akhir-akhir ini saat negara-negara dalam mengatakan pihaknya akan menempatkan pasukan dalam keadaan siaga dan memperkuat Eropa timur dengan lebih banyak kapal dan jet tempur.
"Kemudian dari dalam negeri juga penambahan Omicron jadi sentimen negatif," ujar Reny.
Berdasarkan data New All Record Kementerian Kesehatan sepanjang 1-22 Januari 2022, jumlah kasus konfirmasi varian Omicron terus meningkat dalam empat minggu terakhir. Transmisi lokal mulai mendominasi kasus
Pada 22 Januari lalu, sebanyak 90,1% kasus konfirmasi varian Omicron di Indonesia merupakan transmisi lokal. Kasus yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri ( PPLN ) alias  imported case  tidak lagi mendominasi.
Data terakhir yang Kementerian Kesehatan himpun menunjukkan, kasus konfirmasi varian Omicron di Indonesia total sebanyak 1.626, dengan 20 di antaranya menjalani perawatan di rumahsakit dan 2 lainnya meninggal dunia. (Adhitya)

Sumber : Admin
8,000
1.3 %
100 %

809

BidLot

5,685

OffLot