Tunjuk Indo Premier, Pegadaian Bidik Penerbitan Obligasi Rp10 Triliun Dalam 2 Tahun ke Depan
Friday, February 14, 2020       10:06 WIB

Ipotnews - PT Pegadaian (Persero) menunjuk PT Indopremier Sekuritas untuk menjadi salah satu underwriter guna memuluskan rencana penerbitan obligasi senilai Rp10 triliun untuk dua tahun ke depan. Rencana penerbitan obligasi ini ditargetkan akan terlaksana mulai bulan April 2020 mendatang.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian (Persero), Ninis K Adriani, mengatakan selain PT Indopremier Sekuritas, perusahaan lain yang digandeng untuk jadi underwriter adalah PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. Untuk merealisasikan berapa besaran obligasi yang akan dibidik tahun ini, Ninis mengaku akan melihat kondisi pasar.
"Nanti kami akan diskusi dengan para underwriter tersebut dan juga tergantung dari market. Kan belum tentu building ya, kan ekspektasi kita nanti bunganya bisa dapat bagus, makanya kita akan lihat tenor-tenor yang bagus juga," ujar Ninis di Jakarta, Jumat (14/2).
Terkait besaran porsi obligasi yang akan dicairkan di tahun 2020 ini, pihaknya masih akan menimbang-nimbang rate yang sekiranya dapat memberikan keuntungan bagi perseroan. Yang pasti proses perizinan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang diupayakan agar April 2020 nanti bisa kick off. Untuk dana hasil obligasi, Ninis menyatakan akan digunakan sebagai tambahan belanja modal demi menggenjot bisnis-bisnis yang saat ini sedang dijalankan.
"Ini kan masih butuh proses banyak banget, untuk filing dari OJK saja konfirmasinya sampai tiga kali, jadi butuh waktu yang lumayan. Maka hitung-hitungannya April (terbit). Keseluruhannya selama 2 tahun itu Rp10 triliun, tapi apakah akan kita tarik di tahun ini Rp8 triliun : Rp2 triliun (2021) atau Rp6 triliun : Rp4 triliun (2021), nanti kita lihat," ujar dia.
Ninis menambahkan bahwa pihaknya juga memiliki opsi lain untuk memenuhi kebutuhan dana modal tersebut. Selain dari obligasi, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk menggunakan skema pinjaman ke bank. Pasalnya Pegadaian masih banyak ruang untuk bisa menarik pinjaman dari perbankan.
Pegadaian, lanjut Ninis, masih sangat dipercaya oleh market khususnya perbankan lantaran kinerja selama ini yang selalu positif dan jumlah aset yang besar. Perjalanan bisnis dari Pegadaian dianggap oleh banyak pihak sangat prospektif sehingga kebutuhan dana sebesar apapun oleh Pegadiaan diyakini akan mudah didapatkan. Hanya saja untuk opsi pinjaman perbankan, perseroan tetap akan mempertimbangkan sekaligus melihat kondisi market.
"Obligasi itu salah satunya, kalau kita inginnya ada fleksibilitas jadi mana yang paling menguntungkan. Nah kalau marketnya bagus ya kita mungkin akan ambil dari obligasi terus, tapi kalau marketnya agak crowded atau agak susah mungkin kita bisa pakai pinjaman bank dulu," pungkas Ninis.(Marjudin)

Sumber : admin

berita terbaru
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:08 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AKKU
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IATA
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of CTTH
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:52 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BCIP
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:47 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LAND
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:42 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LMAS