USA Jatuhkan Sanksi Pada Rusia, Posisi Harga Minyak Melorot
Saturday, April 17, 2021       08:36 WIB

Ipotnews - Posisi harga minyak bertahan di dekat harga USD67 per barel pada perdagangan akhir pekan ini dan menuju ke penguatan mingguan seiring prospek permintaan yang lebih kuat dan sinyal pemulihan ekonomi di China dan USA mengimbangi naiknya kasus infeks virus corona di beberapa negara.
PDB China kuartal I melonjak 18,3 persen (YoY), demikian menurut data yang dirilis hari Jumat pekan ini. Pada hari Kamis angka penjualan ritel dan klaim pengangguran di USA jua membaik.
"Mengingat membaiknya prospek ekonomi 2 negara terbesar dunia, ada sedikit peluang untuk memadamkan perasaan khawatir dalam jangka pendek," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.
Minyak Brent turun 0,24% ke harga $ 66,77 per barel. Brent menuju kenaikan mingguan 6,2% setelah naik dalam empat sesi terakhir. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,52% menetap di harga $ 63,13 per barel.
Sanksi baru AS yang dijatuhkan pada Rusia, salah satu produsen minyak utama dunia, atas dugaan campur tangan pemilu dan peretasan juga dapat mendukung harga.
"Meskipun tidak mempengaruhi sektor minyak secara langsung, hal itu dapat menyebabkan biaya pembiayaan yang lebih tinggi dan ketidakpastian umum dalam perdagangan dengan Rusia," kata Eugen Weinberg dari Commerzbank.
Membantu reli minggu ini, Badan Energi Internasional dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) sama-sama membuat revisi naik pada perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun 2021.
Angka pada hari Rabu juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 5,9 juta barel.
Harapan permintaan mengimbangi kekhawatiran tentang meningkatnya kasus virus korona di negara-negara besar lainnya. Tingkat infeksi India mencapai rekor tertinggi. Sementara kanselir Jerman pada hari Jumat mengatakan gelombang ketiga virus telah menguasai negara itu.
Minyak telah pulih dari posisi terendah yang disebabkan pandemi tahun lalu, dibantu oleh rekor pemotongan produksi minyak oleh OPEC dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +.
Kebijakan pemotongan produksi OPEC + akan dikurangi mulai Mei dan grup tersebut bertemu pada 28 April untuk mempertimbangkan perubahan lebih lanjut pada pakta pasokan.
(cnbc/reuters)

Sumber : admin