USD Menguat Di Tengah Situasi Tarik Ulur Sentimen Vaksin Dan Lonjakan Pandemi Covid 
Saturday, November 21, 2020       08:25 WIB

Ipotnews - Nilai tukar dolar AS berhasil menguat terhadap mata uang penting seperti euro dan yen. Pada perdagangan akhir pekan ini, para trader mengkonsolidasikan posisi di tengah persaingan kekuatan katalis yang menarik pasar uang ke arah yang berbeda. Yaitu lonjakan kasus virus corona di satu sisi dan kabar baik vaksin corona pada sisi lain.
Negosiasi stimulus fiskal USA untuk mengatasi pandemi corona kemungkinan segera bergulir, juga membebani USD sebagai aset safe haven. Para senator dari Demokrat dan Republik pada Kamis pekan ini sepakat menggelar lagi negosiasi tentang stimulus fiskal tersebut.
Secara keseluruhan, USD mengakhiri pekan ini takluk terhadap basket currency. Perdagangan pekan ini diawali dengan catatan negatif bagi USD disertai kabar positif tentang vaksin corona. Tetapi pasar sejak itu bergerak bolak-balik antara fokus pada lonjakan kasus corona dan kabar vaksin.
Pfizer Inc mengatakan telah mengajukan izin penggunaan darurat vaksin covid-19 di Amerika Serikat.
"Kami pikir kami sedang dalam tahap awal pemulihan ekonomi global dan perdagangan dari guncangan pandemi. Ini akan semakin membebani dolar dan mendukung euro, "kata Jonathan Petersen, ekonom di Capital Economics.
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchinpada hari Jumat membela keputusannya untuk mengakhiri program kredit pandemi Federal Reserve pada 31 Desember. Dia mengatakan Kongres harus menggunakan uang itu untuk membantu perusahaan kecil AS dengan hibah.
Dolar AS menguat sebentar semalam setelah berita tentang Mnuchin bereda pada Kamis malam.
Pada perdagangan sore, dolar AS bergerak datar terhadap sekeranjang mata uang di posisi 92,369 disertai perdagangan di pasar valas yang relatif tenang.
Euro turun 0,1% terhadap dolar ke level USD 1,1859, membukukan kenaikan mingguan kecil.
"Kurangnya kemajuan antara Uni Eropa dan Inggris pada pembicaraan perdagangan Brexit kemungkinan telah membatasi (penguatan) euro meskipun secara umum sentimen dolar AS berkurang," katanya dalam blog hariannya.
Dolar Australia - dipandang sebagai proxy likuid untuk selera risiko - membukukan kenaikan bulanan terbaiknya terhadap dolar AS sejak April. Terakhir diperdagangkan naik 0,4% ke level USD 0,7308. Dolar Selandia Baru mencapai posisi tertinggi dua tahun baru di USD 0,6951, dibantu oleh selera risiko yang positif.
Posisi terakhir dolar Selandia Baru naik 0,3% pada USD 0,6938. Dolar AS naik 0,1% versus yen pada posisi 103,81 yen.
(cnbc/reuters)

Sumber : admin