Yen Terkatrol Pelemahan "Risk Appetite", Yuan Terjerembab
Thursday, August 22, 2019       14:56 WIB

Ipotnews - Yen menguat, Kamis, karena selera risiko (risk appetite) melemah, dengan investor menantikan pidato Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, di ajang simposium Jackson Hole, Wyoming, Jumat.
Risalah pertemuan Juli The Fed menunjukkan para penyusun kebijakan terpecah atas apakah akan memotong atau menahan suku bunga, tetapi mereka seirama dalam hal memberikan sinyal ke pasar bahwa bank sentral tidak berada di jalur yang mengarah pada penurunan lebih lanjut.
Sejumlah pejabat menginginkan pemangkasan suku bunga hingga 50 basis poin untuk mengerek inflasi ke level target The Fed, serta menahan tekanan dari gonjang-ganjing perdagangan global. Sementara, beberapa pejabat lainnya dengan jumlah yang lebih besar menginginkan agar The Fed menahan suku bunga.
Risalah itu mendorong investor menurunkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga yang relatif besar dari The Fed, bulan depan, tetapi pasar obligasi masih memperkirakan suku bunga akan dipotong lebih dari 60 basis poin hingga akhir tahun, demikian laporan Reuters, di London, Kamis (22/8).
Kendati tidak ada pemicu langsung untuk depresiasi dalam mata uang yang berorientasi risiko seperti dolar Australia dan Kanada, analis menyebutkan kemungkinan penurunan sentimen bisnis secara keseluruhan dan pelemahan baru dalam imbal hasil obligasi.
Terhadap dolar, yen naik 0,3% menjadi 106,29 yen, mendekati level terendah delapan bulan, pekan lalu, di posisi 105,05 yen. Dolar Australia melemah 0,2% menjadi USD0,6768. Dolar Kanada tergelincir 0,1%.
Sentimen tertekan oleh kejatuhan yuan China ke level terendah 11-tahun terhadap dolar, menunjukkan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu tetap menjadi masalah utama.
Pada perdagangan  onshore , yuan turun menjadi 7,0752 per dolar, terlemah sejak Maret 2008, sebelum pulih ke posisi 7,0732. Dalam perdagangan  offshore , dolar naik 0,29% menjadi 7,0872 yuan.
Sejumlah bank BUMN China terlihat mendukung yuan dengan menerima pertukaran dolar/yuan, kata para pedagang kepada  Reuters .
Seperti diketahui, dalam rapat sebelumnya, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 2 persen hingga 2,25 persen. Pemangkasan itu merupakan yang pertama sejak 2008.
Dalam risalah itu menyebutkan, peserta rapat cenderung menginginkan pendekatan di mana kebijakan diarahkan oleh informasi yang datang, dan itu menghindari untuk kelihatan mengikuti jalur yang telah ditetapkan sebelumnya. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:08 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AKKU
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IATA
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of CTTH
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:52 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BCIP
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:47 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LAND
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:42 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LMAS
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:37 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LRNA